batampos.co.id – Para ibu rumah tangga yang kini akrab disapa ‘emak-emak’, semakin produktif berdagang atau berjualan sambil tetap bisa mengurus rumah tangga dan keluarga. Tak perlu buka gerai toko, mereka hanya menggerakkan jari melalui gadget-nya.

“Era digital ini membuat siapapun, termasuk ibu rumah tangga bisa menjadi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) digital. Melalui platform atau media sosial,” kata Direktur Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB – KUMKM) Braman Setyo di Jakarta, baru-baru ini.

Usaha yang paling banyak digeluti emak-emak biasanya adalah di bidang kuliner, ekonomi kreatif, dan fashion. Bahkan, soal modal juga bukan lagi menjadi masalah bagi para ibu.

“Tak perlu membuka gerai offline, online pun bisa kami fasilitasi asal ada cash flow dengan syarat-syarat yang ditentukan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Braman, lembaganya yang berada di bawah Kementerian Koperasi dan UKM ada. LPDB-KUMKM bertujuan memperkuat permodalan bagi koperasi dan UMKM. Termasuk, para emak-emak pelaku UMKM digital tersebut.

“LPDB-KUMKM menjadi inisiator dan katalisator, untuk memaksimalkan akses permodalan, pemasaran, teknologi, jaringan, legal, serta administrasi keuangan syariah. Jadi, kami punya kepanjangan tangan melalui perbankan di daerah atau BPR di daerah-daerah,” jelasnya.

Dengan adanya lembaga ini diharapkan, masalah sulitnya akses permodalan yang selama ini dihadapi ibu rumah tangga bisa teratasi. Sehingga, ke depannya geliat usaha skala kecil dan mikro bisa terus meningkat, baik dari sisi volume maupun status usahanya.

“Dengan demikian, masyarakat semakin berdaya sehingga ikut membantu mengentaskan kemiskinan dan pengangguran,” pungkas Braman.

(ika/JPC)

Advertisement
loading...