Kapolresta Barelang, Kombes Hengki bersama Ratna Sarumpaet. (Boni Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Aktivis Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) Ratna Sarumpaet tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Minggu (16/9/2018) sekira pukul 13.30 WIBdengan Sriwijaya Air.

Iklan

Ia terpaksa kembali meninggalkan Batam pada hari yang sama sekitar pukul 16.22 WIB dengan Garuda Indonesia.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki menjelaskan, tidak jadinya Ratna Sarumpaet menjalankan kegiatannya di Batam, karena dorongan gelombang penolakan dari berbagai pihak. Sehingga, pihak kepolisian mengambil langkah terbaik dengan mempercepat kunjungan Ratna, bahkan ia hanya berada di Bandara saja.

“Kita lihat sendiri di depan (depan pintu keluar bandara) terjadi penolakan dari berbagai ormas. Ini bisa menimbulkan konflik sosial,” kata Hengki seusai mengantar Ratna Sarumpaet menuju pesawatnya Minggu (16/9).

Hengki melanjutkan, upaya kepolisian ini murni karena pertimbangan tetap terjaganya kondusivitas keadaan Kepulauan Riau (Kepri) khususnya Batam.

Pihak kepolisian juga mempertimbangkan ancaman dari ormas yang menyuarakan akan melakukan tindakan lebih jauh jika Ratna Sarumpaet tetap nekat menjalankan kegiatannya di Batam.

Seperti diketahui, beredar kabar bahwa Ratna Sarumpaet akan menghadiri kegiatan diskusi publik di di Batam tepatnya di Pusat Informasi Haji, Batam Centre, Batam pada Minggu (16/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Namun hal tersebut tidak terlaksana karena terjadi penolakan dari berbagai pihak.

“Kami bertindak menengahi karena ada penolakan, kami menjaga agar kondisi tetap aman kondusif,” kata Hengki lagi.

(bbi/JPC)