batampos.co.id – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Batam berencana akan memanfaatkan hutan lindung di belakang Dam Mukakuning sebagai tempat wisata. Hutan tersebut akan dikembangkan sebagai bumi perkemahan dan nantinya akan fokus sebagai lokasi wisata pendidikan (edukasi).
Ini disampaikan oleh kepala seksi Konservasi BKSDA wilayah II Batam Decky Hendra saat membuka kegiatan penanaman semiliar pohon di lokasi kawasan hutan konservasi tersebut, Minggu (16/9).
“Luas lahan ini sekitar 20 hektare. Ada telaga di dalamnya dan ini bagus dijadikan tempat wisata edukasi. Kami sudah mulai membangunnya dan rencannya lokasi ini dijadikan semacam bumi perkemahan yang dilengkapi fasilitas wisata edukasi seperti outbond dan lain sebagainya,” ujarnya.
Pemanfaatan hutan lindung sebagai tempat wisata pendidikan ini kata Decky, juga sebagai bentuk untuk menghijaukan kembali lokasi hutan yang sudah dalam kondisi tandus dan kritis tersebut.
“Memang diawasi tapi kalau tidak dimanfaatkan nanti semakin tandus akibat pemalakan liar dan lain sebagainya. Ini bagus (rencana pembangunan bumi perkemahan) karena bisa ditata dengan rapih dan hutan ini akan kembali hijau,” ujar Decky.
Jika wacana tersebut berjalan lancar tentu sambung Decky , tentu pemasukan negara juga akan bertambah sebab nantinya akan ada penerapkan administrasi atau biaya masuk yang masuk ke kas negara.
“Banyak manfaatnya. Anak-anak sekolah atau kegiatan pramuka dan lain sebagainya bisa menggunakan fasilitas ini sebagai wisata edukasi ataupun pelatihan,” tuturnya.
Untuk mewujudkan wacana tersebut BKSDA juga membuka peluang kerja sama ataupun dukungan dari semua pihak termasuk instansi atau lembaga peduli lingkungan lainnya.
“Kami sangat terbuka karena misinya untuk melestarikan lingkungan. April kemarin sudah uji coba kegiatan kema pramuka dan alhamdulilah kegiatan berjalan lancar dan sukses. Siswa sangat senang karena bisa beradaptasi dengan alam di sini,” ujar Decky. (eja)
