batampos.co.id – CEO PT Adhya Tirta Batam (ATB) Benny Andrianto Antonius didaulat menjadi pembicara dalam SCADA World Summit IX yang digelar di Singapura, 3-6 September lalu. Benny menjadi satu-satunya pembicara dari Indonesia dalam event terbesar dunia tentang SCADA tersebut.

Benny yang juga peraih penghargaan Top CEO di ajang bergengsi Top BUMD selama dua tahun berturut-turut ini juga menjadi satu-satunya pembicara asal Indonesia sepanjang sejarah SCADA World Summit. Dari mulai SCADA World Summit pertama hingga yang ke-9 tahun ini.

SCADA World Summit merupakan perhelatan internasional bergengsi yang menyatukan para pakar industri dalam konferensi akbar terkait desain sistem, rekayasa, pemeliharaan dan manajemen keamanan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA ). Event yang telah mencapai tahun ke-9 ini memberikan pemahaman yang berharga dan mendalam mengenai bagaimana implementasi SCADA dalam membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan mengurangi human error dengan tetap memperhatikan masalah “cyber security” melalui system SCADA 4.0.

Peserta event ini terdiri dari para pakar yang aktif sebagai peneliti, pengajar, maupun praktisi yang aktif dalam bidang SCADA dari berbagai perusahaan besar maupun universitas termuka di seluruh dunia. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Amerika, Australia, Uni Emirat Arab, Kuwait, India, Philipina, Malaysia dan Indonesia.

Topik utama yang dibahas dalam event ke-9 meliputi semua permasalahan dan pengembangan sistem SCADA seperti Big Data Analytic, Integration System, Interoperability System, Geographic Information System (GIS), InformationTechnology (IT), Operation Technology (OT), Enterprise Resource Planning (ERP), Cyber Security, Internet of Thing (IOT), SCADA Network Infrastructure, SCADA Restoration dan lain sebagainya.

Tidak main-main, para peserta harus merogoh kocek minimal USD 1.499 untuk paket workshop hingga USD 11.293 atau setara dengan Rp 16 juta hingga Rp 120 juta untuk paket lengkap workshop ini. Angka yang cukup fantastis untuk mengikuti sebuah workshop studi kasus dan diskusi.

Kehadiran Benny sebagai pembicara di ajang tersebut tak terlepas dari prestasi yang selama ini ditorehkan PT ATB. Meski bergerak di bidang utilitas dalam lingkup melayani kebutuhan air bersih lokal Batam, ATB telah diakui sebagai benchmark bagi perusahaan air dalam dan luar negeri. Sehingga tak heran jika acara kelas dunia itu menghadirkan Benny sebagai pembicara.


CEO PT ATB Benny Andrianto Antonius (dua dari kiri) saat menjadi pembicara dalam SCADA World Summit IX yang digelar di Singapura, awal September lalu.

Dalam kesempatan itu, Benny membawakan topik bertemakan SCADA, GIS, and ERP System Integration. Dalam paparannya, Benny menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan ATB sendiri merupakan sistem SCADA terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan air. Setiap proses yang berkaitan dengan pengelolaan air hingga servis petugas di lapangan dapat dimonitoring secara real time sehingga kualitas produk dan jasa yang diberikan ATB terjaga sesuai standarisasi yang telah ditetapkan.

Terobosan luar biasa diciptakan ATB melalui sistem SCADA 4.0 karena berhasil mengintegrasikan semua sistem yang dibutuhkan dan menggabungkannya dengan sistem ERP dalam satu platform. Hal ini sangat sulit dan jarang berhasil dilakukan oleh perusahaan manapun. Namun ATB dengan tenaga SDM dari negeri sendiri, mampu membangun ATB SCADA yang menjadi acuan dan memberi dampak luas bagi perkembangan inovasi teknologi dunia.

Disamping itu, Benny juga memaparkan kemampuan ATB SCADA dalam memasukkan Big Data Analytic dari seluruh komponen operasi yang dipadukan dengan sistem ERP. Sehingga hasilnya tidak hanya mampu membantu tim teknis dan operator lapangan saja, namun juga mampu merambah ranah business intelligence yang dapat membantu memberikan “insight” bagi manajemen dalam mengambil keputusan bisnis dengan cepat dan tepat.

ATB SCADA System telah diakui mampu menjadi sistem percontohan bagi pengembangan sistem khususnya SCADA 4.0 karena berhasil mengintegrasikan dan mengatasi semua isu utama baik dalam pengembangan maupun penerapannya dalam operasional perusahaan.

Hingga saat ini, hanya ATB yang mampu memiliki sistem SCADA yang terintegrasi di bidang pengelolaan air minum. ATB SCADA yang sedang dalam proses patent ini, menjadi salah satu indikator bahwa ATB memang layak diproyeksikan sebagai operator air kelas dunia di masa depan.

Kehadiran ATB sebagai maestro pengelola air dan tangan kreatif seorang Benny Andrianto yang mampu melakukan pengembangan SCADA terintegrasi yang dapat memberikan insight dari segi teknis hingga proses pengambilan keputusan untuk menjalankan roda bisnisnya, telah membuka mata para pakar dunia perihal eksistensi ATB dan Kemampuan Bangsa Indonesia di kancah internasional.

Saat ini, sulit rasanya menemukan perusahaan air yang levelnya di atas atau setidaknya setara dengan ATB. Pencapaian dan pembuktian kapabilitas kinerja yang mumpuni dari segala aspek, wajar jika ATB menjadi satu-satunya benchmark perusahaan air di Indonesia serta diakui oleh industri global. ATB SCADA bahkan telah mendunia dengan seringnya mendapat kunjungan studi banding dari negara lain seperti China, Afrika Selatan, Korea, Malaysia, dan Timor Leste.

ATB yang telah mengabdi selama 23 tahun untuk pengelolaan air di Batam, memiliki rekam jejak pencapaian prestasi yang luar biasa baik dari segi sistem manajemen, pelayanan pelanggan, kehandalan SDM, produk layanan dan jasa, pengolahan serta pendistribusian air hingga inovasi teknologi demi service excellence. Hal inilah yang menjadikan tolak ukur ATB tetap menjadi perusahaan air terbaik hingga kini dan nanti sesuai dengan slogan yang dimilikinya, ATB Tak Terganti!. (*)