
batampos.co.id – Sejumlah warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terkena malaria. Terus bertambahnya warga yang terkena, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pun menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) malaria.
Status ditetapkan sejak 8 September. Sebelumnya, pada 26 Agustus, dua kasus malaria ditemukan di Desa Bukit Tinggi, Dusun Batu Kemalik, wilayah Puskesmas Penimbung.
Kemarin (17/9) Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menggelar rapat koordinasi untuk membahas penanganan KLB malaria di Lombok Barat.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Sigit Priohutomo mengatakan, untuk memastikan dan mencari korban selanjutnya, Dinas Kesehatan Pemkab Lombok Barat telah melakukan penyelidikan epidemiologi.
Selain itu, ada pelaksanaan kontak survei dan mass blood survey (MBS) malaria di wilayah asal kasus tersebut. “Dilakukan sejak 28 Agustus,” ucap Sigit. (lyn/c10/agm/jpg)
