Iklan
Ilustrasi pegawai honorer (seragam biru) Pemko Batam saat meninggalkan lapangan usai mengikuti apel gabungan jajaran Pemko Batam di Dataran Engku Putri Batamcenter.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kota Batam masih menunggu petunjuk teknis (juknis) mengenai mekanisme pembukaan calon penerimaan pegawai negeri sipil (cpns) untuk tenaga honorer khususnya guru.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan mengatakan permasalahan usia masih menjadi kendala untuk mereka yang berstatus tenaga pengajar honorer. Batas usia 35 tahun membuat honorer tersebut tertolak secara sistematis saat mendaftarkan diri.

“Semua kan sudah online. Jadi misalnya batas usia 35 tahun tetap dijalankan mereka akan langsung tertolak oleh sistem,” sebutnya, Senin (17/9).

Ia menyebutkan rata-rata honorer yang kategori dua (K2) sisa pengangkatan semalam yang berjumlah kurang lebih 80 orang kebanyakan berusia 35 tahun. “Ini yang menyulitkan,” ujar Hendri.

Menurutnya informasi penerimaan CPNS ini sudah sampai ke telinga tenaga honorer yang berada di lingkungan Disdik Batam. Sebagai orang yang mengepalai Disdik dia berharap kuota guru yang dibutuhkan bisa terpenuhi tahun ini.

“Meskipun tidak semua, tapi dengan adanya penerimaan ini tentu kami sangat senang,” imbuh pria yang sebelumnya berprofesi sebaga guru ini.

Selain itu dari kuota CPNS yang dibuka, pihaknya juga belum mengetahui berapa jumlah pasti untuk guru. Meskipun sesuai dengan kebutuhan guru merupakan prioritas pemerintah kota Batam saat ini.

“Detailnya mungkin di BKPSDM lah yang paling tahu. Kalau kami menunggu saja,” jelas pria yang baru mejabat selama dua minggu lalu ini.

Ia menambahkan semua informasi penerimaan CPNS ini langsung dari pusat mulai dari ketentuan hingga jadwal pembukaan.

“Semua kan sudah online jadi masyarakat bisa langsung akses. Ya mudah-mudahan ada solusi soal batas usia tenaga honorer,” tutup Hendri. (yui)