batampos.co.id – Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga mengambil sejumlah langkah untuk menyusun kurikulum muatan lokal yang berisikan materi terkait adat dan budaya Melayu serta sejarah kerajaan Riau Lingga bagi siswa SD dan SMP di Bunda Tanah Melayu ini.

Penyusunan ini akan terus dilaksanakan hingga 2019 dan dapat ditetapkan ke seluruh sekolah. Ada sejumlah bidang yang patut diperdalam seper-ti bidang adat dan budaya Melayu yang akan dilakukan penekanan pada budi pekerti, sopan santun, berpakaian patut.

Selain itu, dari segi pengetahuan lainnya yakni tentang makanan khas Melayu yang beragam bentuk dan rasanya.

“Ada juga motif-motif corak pakaian termasuk hal pantang larang, syair dan gurindam termasuk dalam kesenian dan bahasa. Untuk itu sangat dirasa penting bagi generasi penerus,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga M Ishak kepada Batam Pos, Selasa (18/9) pagi.

Bahkan ada muatan lokal yang tergolong penting sebagai identitas daerah yakni sejarah tentang Kerajaan Riau Lingga, semestinya diketahui setiap generasi baru di Bunda Tanah Melayu ini. Seperti banyaknya cagar budaya peninggalan di Kabupaten Lingga, adanya pahlawan nasional dan sejarah terbentuknya Kabupaten Lingga.

Penambahan muatan lokal ini sejalan dengan harapan yang dicantumkan dalam matlamat LAM Kabupaten Lingga yang telah diserahkan kepada Bupati Lingga sebelumnya Daria beberapa tahun lalu di replika Istana Damnah, Daik.
Penambahan materi muatan lokal ini juga sesuai dengan semangat UU No 5 /2017 tentang pemajuan kebudayaan. “Walau baru tahun ini dilakukan LAM Kabupaten Lingga memberikan apresiasi kepada Disbud dalam hal memajukan Kebudayaan Melayu,” ujar Ishak. (wsa)

Advertisement
loading...