Iklan
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Dishub Batam mewacanakan akan menaikkan ongkos Trans Batam. Rencananya akan dinaikkan Rp 1000. Artinya dari harga Rp 4.000 menjadi Rp 5000.

“Memang sudah kami bahas di Internal Dishub Batam. Jadi akan kami naikkan Rp 1.000 untuk penumpang dewasa. Kalau untuk ongkos anak sekolah tetap Rp 2.000,” kata kepala UPT Dishub Batam, Cipto, Selasa (17/9).

Cipto mengatakan, wacana kenaikan tarif trans Batam ini untuk mendongkrak PAD dari ongkos trans Batam. Di mana menurut Dishub, Rp 5.000 tersebut masih laayak dan terjangkau masyarakat.

“Kita mau menaikkan PAD. Tetapi ini belum kita bahas bersama DPRD Batam. Kita bukan untuk membebani masyarakat,” katanya.

Sementara itu, di tahun ini, Dishub menargetkan pendapatan dari penjualan karcis Trans Batam sekitar Rp 11 miliar. Dishub yakin target tersebut akan tercapai.

Rencana kenaikan ini sudah dibeberkan anggota komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat dari fraksi PKS dua hari lalu saat paripurna. Ia tegas mengatakan agar Dishub bisa menunda dan mengevaluasi rencana kenaikan tarif tersebut. Alasannya, saat ini kondisi perkonomian yang belum stabil di masyarakat.

“Kami minta pemeritah untuk tidak menaikkan tarif untuk trans Batam ini. Kondisi ekonomi kita saat ini masih belum memungkinkan,” katanya.

Menurut Rohaizat, pemerintah harusnya bisa mengoptimalkan PAD tanpa harus membebani masyarakat.

Sementara itu, Wardi, seorang warga Batuaji pengguna Trans Batam mengaku sangat kecewa kalau tarif trans Batam dinaikkan. Menurutnya, harga yang sudah ada saat ini sudah tepat.

“Kalau dinaikkan lagi, berarti kami harus mengeluarkan uang Rp 10 ribu setiap hari untuk naik trans Batam. Sebulan sudah sampai Rp 300 ribu. Itu sangat berat,” katanya.

Menurutnya, dengan kondisi ekonomi saat ini, uang Rp 1.000 sangatlah besar.

“Apalagi untuk ibu rumah tangga. Uang itu bisa untuk beli garam. Jangan hanya karena mau pendapatan besar tetapi memberatkan kepada warga,” katanya. (ian)