Iklan

batampos.co.id – Polda Kepri melakukan beragam simulai mulai dari proses kampanye, pencobloson, penghitungan suara hingga penetapan calon presiden. Berbagai peristiwa yang mungkin terjadi diperagakan oleh jajaran Polda Kepri, TNI serta instansi terkait lainnya. Peristiwa-peristiwa yang diperagakan ini mulai dari kerusuhan ketika masa kampanye, penembakan terhadap calon presiden hingga pengeboman.

Simulasi ini memperlihatkan hal-hal yang mungkin saja bisa terjadi ketika proses pemilu berlangsung. Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto mengatakan simulasi ini juga melihat kesiapan dan mengecek hal-hal yang perlu diperbaiki.

“Hasilnya gimana, tentu semua yang ada di sini bisa menilai sendiri dari melihat simulasi ini,” katanya, Rabu (19/9).

Simulasi pengamanan pemilu dimulai dari masa kampanye, saat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden melakukan orasi di depan massa pendukungnya. Ketika orasi, ternyata ada penyusup yang mencoba melakukan penusukan terhadap Capres. Namun, hal ini bisa diatasi oleh tim pengamanan.

Percobaan pembunuhan terhadap Capres tidak berhenti begitu saja. Sekelompok orang menggunakan senjata lengkap menghadang iring-iringan kendaraan Capres dan Cawapres. Tapi aksi ini kembali dapat diatasi petugas keamanan.

Setelah masa kampanye berakhir. Tibalah saatnya pencoblosan dan penghitungan suara. Ketika penghitungan suara sekelompok orang merasa tidak puas, dan mencoba merebut kotak suara dari petugas. Petugas dengan sigap dapat meredam emosi massa dan kota suara berhasil diamankan.

Ketegangan tidak berhenti begitu saja. Sekelompok massa mendatangi Kantor KPU Kota Batam dan menanyakan hasil penghitungan yang tidak sesuai menurut mereka. Lagi,lagi aksi ini dapat digagalkan.

Terkait penghitungan suara ini, hasilnya dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dan di MK, menyatakan hasil penghitungan suara di KPU tidak berubah. Akibat kekalahan ini, massa dari salah satu pasangan calon bergerak ke kantor KPU.

Namun ditengah jalan, aksi ini dihadang petugas kepolisian. Satuan Pengendalian Massa (Dalmas) bergerak mengatasi massa. Tapi massa semakin beringas, melempari petugas dengan botol minuman dan batu.

Aksi massa capres gagal ini juga diboncengi oleh teroris. Beberapa bom dipasang teroris di dekat Kantor KPU. Akhirnya, Polda Kepri menurunkan satuan Jibom untuk menjinakan bom tersebut.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun berfoto dengan kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Danrem Wirapratama dan Muspida dan Anggota TNI-Polri usai Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Seligi 2018 yang digelar oleh Polda Kepri di Lapangan Engku Putri Batamcenter, Rabu (19/9/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Tidak hanya itu saja, satu pasukan elite Polda Kepri dari Brimob juga turun mengatasi teroris yang mencoba menyandera Ketua KPU. Aksi teroris ini berhasil digagalkan. Dan bom yang dipasang teroris dihancurkan oleh tim Jibom.

Rangkaian ini, kata Andap cukup memuaskannya. Namun, ia menilai ada hal yang perlu diperbaiki.

“Masih ada waktu, agar pengamanan pemilu ini menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Operasi Mantap Brata untuk pengamanan pemilu ini cukup panjang berlangsung. Andap mengatakan operasi ini selama 397 hari. “Mulai dari 20 September 2018 hingga 21 Oktober 2019,” ujarnya.

Ada beberapa poin penting yang ditekankan oleh Andap, seperti menghindari tindakan-tindakan yang mencederai netralitas TNI dan Polri. “Perkuat solidaritas dan sinergi. Ke depankan langkah pro aktif, dan mengupayakan langkah pencegahan serta gelorakan juga pemilu damai,” tuturnya.

Saat ditanyakan pemetaan konflik, Andap mengatakan sudah mempelajari pemilu yang telah berlangsung di Kepri. Daerah-daerah yang rawan konflik sudah dipetakan jajarannya. “Ada sebelas klasifikasi potensi konflik, kami sudah menyiapkan upaya pengamanannya,” ungkapnya

Hal yang senada diucapkan oleh Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema. Ia berharap jajaran TNI dan Polri dapat melaksanakan apa yang disampaikan Irjen Andap Budhi Revianto. “Tantangan pemilu kali ini tidak hanya di lapangan saja. Tapi juga penggunaan teknologi yang makin canggih,” tuturnya.

Namun, ia yakin dengan semangat TNI, Polri dan rakyat bersatu, maka persatuan di Kepri tidak akan terkalahkan dan tergoyahkan dengan isu-isu yang dapat memecah belah bangsa ini.

“Saya menyampaikan ke jajaran TNI, pegang teguh semangat itu,” ucapnya. (ska)