Iklan

batampos.co.id – Bahan bakar minyak jenis premium kembali langka di Batuaji. Warga kesulitan mendapatkan premium sebab hampir semua SPBU kehabisan stok premium.

Ini sudah terjadi sejak dua pekan yang lalu. Jikapun ada hanya bertahan dua sampai tiga jam sebab semua pengendara serbu ke SPBU yang tersedia premium.

Kelangkaan ini masih berlangsung hingga, Senin (24/9) kemarin, yang mana sama sekali tak ada SPBU di sana yang tersedia stok premium. Masyarakat secara tidak langsung diwajibkan mengisi pertalite sebab tak punya pilihan lain sebab pertamax jauh lebih mahal.

Pantauan Batam Pos di lapangan, mulai dari Tembesi hingga Tanjunguncang semuanya kekosongan stok premium. Bahkan SPBU simpang Basecamp tutup total sejak dua pekan belakangan ini.

Alasan yang disampaikan petugas SPBU hampir sama yakni permintaan yang berlebihan sehingga sering kehabisan stok sebelum jadwal pengirim premium dari Pertamina tiba.

“Pasokan masih sama 16 ton sekali kirim tapi tak bertahan lama karena semua ke sini (beli premium). Dua tiga jam sudah habis,” ujar manajer SPBU Tanjunguncang, Agus, kemarin.

Senada disampaikan petugas SPBU Tembesi, kekosongan premium juga dikarenakan tingginya permintaan konsumen termasuk pembelian menggunakan jerigen untuk nelayan di pulau. Pasokan yang didatang tidak seimbang dengan jumlah permintaan.

“Peningkatan permintaan ini karena mungkin hanya satu SPBU yang jual premium di waktu yang bersamaan. Yang lain mungkin sudah duluan habis,” ujar petugas pria yang tak mau namanya disebutkan.

Ini dibenarkan lagi oleh masyarakat pengguna premium di Batuaji. Alasan kenapa setiap premium ada selalu cepat habis karena memang keberadaan stok premium tidak merata di semua SPBU. Misalkan SPBU Tembesi tersedia, SPBU lainnya kosong sehingga masyarakat menyerbu SPBU yang tersedia premium tadi.

“Kalau semua SPBU ada tentu tidak seperti ini karena bisa terbagi,” ujar Handoko, warga Tembesi saat dijumpai di SPBU Tembesi, kemarin.

Meningkatnya permintaan premium di SPBU ini juga diduga karena maraknya penjual premium eceran atau pertamini di pinggir jalan. Meskipun stok premium di SPBU habis namun stok di pedagang eceran disinyalir tetap stabil. Disinyalir pedagang premium eceran ini membeli premium dari SPBU dalam jumlah yang banyak, baik menggunakan tanki kendaraan atau jerigen dengan sitem lansir.

Kendaraan antre premium di SPBU Tanjunguncang, Senin (24/9/2018). F Dalil Harahap/Batam Pos

Humas Pertamina Sumbagut Rudi Ariffianto, saat dikonfirmasi mengaku pasokan premium yang dikirim ke setiap SPBU masih normal adanya. Begitu juga dengan tingkat konsumsi premium belum ada kenaikan sama sekali. Sehingga pihaknya menduga ada ulah oknum-oknum yang tak bertanggungjawab terhadap persoalan kelangkaan premium itu.

“Kalau konsumsi normal-normal saja sebenarnya. Tidak perlu terjadi kekurangan. Ini kita sedang pantau ketat SPBU dengan harapan tidak ada lagi melayani jerigen atau tanki modifikasi yang memang sudah ada larangannya dari Pertamina,” ujar Rudi.

Kepada pihak SPBU dan masyarakat, Rudi menghimbau agar tidak menampung atau membeli premium yang berlebihan. Selain untuk menjaga ketersediaan stok premium juga untuk faktor keamanan.

“Terkadang kita baru nyadar pentingnya larangan itu kalau ada kejadian, seperti kebakaran di SPBU Sawahan, Padang pekan lalu. Ini yang harus diperhatikan dengan larangan yang dikeluarkan pertamina. Jangan beli pakai jerigen atau tanki modifikasi. Ini akan terus kami awasi kedepannya,” tutur Rudi. (eja)