Rabu, 8 April 2026

PLN Batam Pastikan Tak Naikkan Tarif

Berita Terkait

batampos.co.id – PT PLN Batam memastikan tidak akan ada kenaikan tarif listrik menyusul naiknya harga gas bumi. Kebijakan soal tarif ini setidaknya akan berlaku hingga 2019 mendatang.

“Tidak ada kenaikan tarif. Presiden juga sudah mewanti-wanti agar tidak ada kenaikan hingga tahun 2019 mendatang, itu kita keep (jaga),” ujar Direktur Utama (Dirut) Bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura, usai menghadiri peresmian listrik di Sijantung, Kecamatan Galang, Jumat (28/9).

Dadan menyampaikan, melemahnya nilai tukar rupiah serta kenaikan gas memang tidak bisa dihindari. “PGN (Perusahaan Gas Negara, red) juga perusahaan, mereka juga harus memiliki profit. Selain itu, dari hulunya juga sudah naik,” ungkap Dadan lagi.

Karena itu, pihaknya terus melakukan negosisasi dengan pihak terkait agar kenaikannya tidak terlalu tinggi. Sehingga anak perusahaan PLN Persero ini tidak kewalahan dalam melistriki warga di Kota Batam, Tanjungpinang, dan Bintan. “Saat ini kita terus berusaha di Jakarta, kalau pun naik, jangan terlalu besar. Paling tidak, harganya masih bisa diserap oleh Bright PLN Batam,” katanya.

Sebab jika PLN Batam untung, kata Dadan, masyarakat juga akan ikut menikmati. Sebab keuntungan PLN Batam akan digunakan untuk meningkatkan elektrifikasi di Kepri, khususnya di Batam.

Dadan menyebut, rasio elektrifikasi di Batam saat ini sudah mencapai 98,4 persen. Tinggal 1,6 persen warga Batam yang belum menikmati listrik. Umumnya mereka tinggal di daerah pulau terpencil.

“Target kami tahun 2019 mendatang semua warga Batam sudah menikmati listrik 24 jam,” janjinya.

Menurut Dadan, capaian tersebut murni merupakan komitmen PLN Batam dalam melistriki Batam tanpa ada target dari pemerintah pusat maupun PLN (Persero). “Ini kami lakukan sebagai tanggung jawab moral dan sosial kami. Tanggung jawab itu tetap melekat di PLN,” beber Dadan lagi.

Karenanya, Dadan meminta dukungan masyarakat agar PLN dapat terus menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik yang kian baik. “Karena apa yang kita dapatkan, ujung-ujungnya untuk masyaraat juga,” ungkapnya lagi.

Suasana kawasan Nagoya terlihat cantik dengan gemerlap lampu yang menerangi kawasan tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sebelumnya, Sales Area Head PGN Batam, Amin Hidayat, mengatakan harga gas bumi memang naik sekitar 52 persen. Namun kenaikan harga tersebut merupakan keputusan dari pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM.

“PGN hanyalah operator yang bertugas menjalankan regulasi dari pemerintah pusat. PGN tidak bisa menentang pemerintah meskipun Dirjen ESDM akan segera menaikkan harga gas,” kata Amin.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, memastikan kontrak jual beli gas antara PLN Batam dengan PGN tidak diperpanjang. Mulai Oktober ini, pasokan gas bumi untuk PLN Batam dan IPP untuk pembangkit listrik lainnya di Batam akan dipasok langsung oleh ConocoPhillips.

Keputusan ini tertuang dalam SK Menteri ESDM No 7896/13/DJM.E/2019 yang dikeluarkan pada 10 September 2018 lalu.

Dalam SK itu disebutkan, ConocoPhillips akan memasok 40 BBTUD ke PLN Batam dan IPP untuk pembangkit listrik di Batam.

Sebelumnya, pasokan gas bumi dari ConocoPhillips sepenuhnya diberikan kepada PGN untuk memenuhi kebutuhan gas bumi di Batam, termasuk untuk PLN Batam dan pembangkit listrik lainnya. Kemudian, atas permintaan PLN ke Menteri ESDM, mulai minggu pertama bulan Oktober 2018 diputuskan, pasokan gas dari Conocophillips sebesar 40 BBTUD untuk sektor kelistrikan diberikan langsung ke PLN tanpa melalui infrastruktur pipa gas bumi PGN.

Sementara PGN sendiri mendapatkan pasokan sebesar 30 BBTUD khusus untuk pelanggan PGN di Batam. Mulai dari pelanggan industri, komersial, UMKM, hingga rumah tangga dan SPBG di wilayah Batam. (hgt)

Update