
foto: batampos.co.id / cecep mulyana
batampos.co.id – Pemko Batam Akhirnya melibatkan aparat keamanan (Polisi n TNI) dalam pengusuran pedagang pasar induk Jodoh. Pasalnya rencana pengusuran yang telah dijadwalkan beberapakali selalu tertunda, karena pedagang menolak ditertibkan.
Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari mengatakan Jumat (28/9/2018) lalu Disperindag Kota Batam telah menggelar rapat dengan pedagang pasar Induk. Namun, sayang rapat tersebut tidak menemukan jalan hasil sama sekali. Para pedagang tetap menolak pindah dari lokasi pasar induk.
“Rapat Jumat kemarin tetap tak ada hasil, padahal sudah melibatkan Disperindag ,” kata Imam kepada Batam Pos , kemarin.
Dikatakan Imam, Pihaknya kembali menjadwalkan rapat dengan para pedagang pada Selasa (2/10) sekitar pukul 14.00 WIB. Namun rapat itu akan melibatkan unsur aparat keamanan.
“Biasanya cuma rapat Pemko dan pedagang, Selasa depan kami akan libatkan TNI dan Polisi),” imbuh Imam
Menurut Imam, pada rapat nanti (Selasa,red),harus ditemukan jalan kesepakatan. Jika tak juga, maka mau tak mau Pemko Batam akan mengambil sikap.
“Kalau gak juga ada kesepakatan, Pemko akan mengambil sikap,” ungkap Imam.
Sebelumnya, para pedagang masih enggan meninggalkan lapak pasar induk , alasannya kios sementara yang menjadi tempat alokasi harus dibayar. Padahal menurut pemerintah kios sementara itu akan digratiskan selama tiga bulan dan selanjutnya dibayar. Alasannya, kios sementara itu milik pihak ketiga. (she)
