
batampos.co.id – Pemasangan kembali perangkat listrik untuk penerangan Welcome To Batam sudah mulai dilakukan. Targetnya lampu ikon Kota Batam tersebut bakal kembali menyala akhir Oktober ini.
“Sudah mulai kami kerjakan. Satu dua hari ini, kita mulai dengan memasang tiang agar lampunya agak tinggi,” ungkap Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, Suhar, kemarin.
Penempatan tiang lebih tinggi karean ampu selama ini rendah. Dengan harapan tidak bisa dijangkau jika ada kemungkinan percobaan pencurian. Suhar mengatakan, pengerjaan perangkat listrik tersebut memerlukan waktu paling lama tiga minggu.
“Maka Oktober ini sudah selesai itu,” ucap dia.
Tentang penempatan Satpol PP di Bukit Clara (lokasi WTB berdiri), ia mengatakan telah mendapat arahan dari Wali Kota Batam Muhammad Rudi untuk dilakukan.
“Tinggal kami yang dibawah. Soal ini kami (CKTR) akan berkoordinasi dengan Satpol PP Batam,” imbuhnya.
Sementara itu, tidak adanya penerangan di WTB disayangkan masyarakat. Padahal ikon tersebut berada di daerah yang notabenennya berada di dekat pemerintahan dan terlihat langsung ketika ada kedatangan internasional di pelabuhan Internasional Batamcenter.
“Sampai hilang begitu, heran juga selama ini tak ada pengamanan,” ucap seorang warga, Jaidun.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin mengatakan tidak adanya pengamanan sebelumnya di lokasi tersebut, dengan asumsi masyarakat juga turut serta ikut menjaga. Namun nyatanya, kata dia, tidak hanya lampu, panel PLN pun turut digondol maling.
“Kami berharaplah supaya masyarakat ikut juga menjaga. Dengan kejadian ini (kehilangan), mau tidak mau kita harus tempatkan pengamanan di sana,” kata dia.
(iza)
