
batampos.co.id – Wilayah kecamatan Sagulung mendapat perhatian yang serius dalam hal penanganan masalah banjir. Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga telah merampungkan sejumlah proyek besar diantaranya normalisasi drainase dan pembangunan gorong-gorong.
Proyek terakhir yang baru saja rampung adalah proyek pelintas air atau gorong-gorong depan sekolah MAN I. Meskipun sempat terhambat pembangunannya, pelintas air tersebut kini sudah bisa mengurangi risiko banjir bagi pemukiman sekitarnya.
“Kami apresiasi itu. Perhatian pemerintah sudah cukup maksimal,” ujar Reza, Kamis (4/10).
Sebelumnya proyek serupa juga telah mengatasi persoalan banjir di wilayah Batuaji dan Sagulung yakni pembangunan gorong-gorong di simpang Kaveling Baru. Gorong-gorong tersebut dibangun dibawa jembatan sehingga cukup lebar dan dalam. Air dari wilayah Batuaji khususnya dari kelurahan Buliang tak lagi tersumbat di lokasi penyebrangan air itu.
“Untuk gorong sudah dua ini. Kalau drainase sudah banyak juga. Seperti normalisasi sungai seilekop, drainase induk seipelenggut, tembesi dan di Seibinti” sebut Reza.
Namun demikian Reza tetap berharap agar titik-titik lokasi rawan banjir lain juga segera diatasi dengan proyek-proyek serupa seperti pembangunan gorong-gorong di Seilangkai dan juga normalisasi drainasenya. “Belum semua. Masih ada beberapa yang belum seperti Seilangkai. Ini akan kami koordinasikan lagi dengan Dinas Bina Marga,” ujar Reza.
Penanganan masalah banjir di Sagulung diakui Reza sangat diperlukan. Itu karena wilayah kerjanya itu merupakan masuk jalur pembuangan air dari separuh wilayah kecamatan Batuaji. Jika saja drainase tak beres maka bukan saja warganya yang terkena imbas tapi juga warga Batuaji.
“Contohnya di kawasan SP itu. Kalau tersumbat disitu tentu MKGR (Batuaji) kesana juga kena imbasnya,” ujarnya.
Dengan adanya perhatian pemerintah itu, Reza menghimbau agar segenap masyarakat di Batuaji dan Sagulung sama-sama menjaga saluran drainase yang ada dengan tidak membuang sampah kedalamnya.
“Tradisi buang sampah ke drainase itu harus dihilangkan. Sekarang sudah lancar armada pengangkut sampah. Percuma kalau dibuat drainase lebar-lebar tapi sampah dibuang ke dalam drainase,” imbau Reza. (eja)
