
batampos.co.id – Seorang wanita berinisial Sp tewas karena diduga menjadi korban penganiayaan oleh pasangannya sendiri berinisial Aw, 31. Wanita berusia 29 tahun itu tewas setelah dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros, Jumat (5/10) sekitar pukul 06.00 WIB.
Saat ditemui di Mapolresta Barelang, Aw mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi kepada wanita yang diakuinya sudah dinikahinya secara siri itu. Sebab, sebelum Sp tewas keduanya sempat menghisap sabu bersama-sama.
“Kami dua kali hisap sabu. Yang pertama saya masih sadar, kemudian yang kedua itu saya tidak sadar lagi setelah dikasih obat sama dia,” ujarnya, kemarin.
Aw mengaku tidak mengetahui obat apa yang diberikan Sp kepadanya. Sebab, usai mengkonsumsi sabu yang kedua kalinya dan ditambah setengah butir obat, Aw mengaku tidak sadarkan diri dengan apa yang terjadi saat itu.
“Tiba-tiba saya sudah di hotel, kemudian saya lihat dia (Sp, red) tidak ada. Saya tunggu dia tidak kembali dan baru saya pulang ke kos,” tuturnya.
Dikatakannya, saat itu ia pulang ke kosannya yang berada di kompleks Ruko Aladin Batamcenter, Jumat (5/10) sekitar pukul 03.00 WIB. Sesampainya ia di kosnya, Aw menemukan Sp sudah dalam keadaan tergeletak di dalam kamar.
“Setelah itu, saya pakaikan baju dia terus langsung saya bawa ke rumah sakit dengan mobil rental. Sampai di rumah sakit dia sudah meninggal,” tuturnya.
Selama menjalin hubungan dengan Sp, Aw mengaku bahwa selama ini Sp harus mendapat kekerasan dalam melakukan hubungan badan. Hal tersebut merupakan permintaan dari Sp sendiri.
“Dia pernah minta cewek saya kasih, pernah juga minta brondong saya kasi. Saya tidak pernah larang dia karena selama ini memang saya sayang sama dia,” akunya.
Sementara itu, Wakasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andi Sutrisno membenarkan adanya laporan adanya seorang wanita tewas saat dibawa ke rumah sakit. Menurut dia, sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan kasus ini. Ia juga belum bisa menyimpulkan adanya keterlibatan Aw dalam kematian Sp.
“Rekannya yang laki-laki sudah kita amankan dan akan dilakukan pemeriksaan. Kita belum bisa simpulkan penyebab kematiannya karena belum dapat keterangan dari dokter,” ujarnya singkat. (gie)
