Kamis, 9 April 2026

Eks Pedagang Pasar Jodoh Menjadi Prioritas Pemko Batam

Berita Terkait

Kondisi gedung pasar induk jodoh yang terbengkelai dan tidak terawat lagi, Batuampar.
Foto.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Pemko Batam akan tetap melanjutkan pengosongan Pasar Induk Jodoh. Pengosongan ini untuk perencanaan program Pemko Batam membangun ulang Pasar Induk Jodoh. Namun program ini, terhalang karena masih ada pedagang yang menempati bangunan Pasar Induk Jodoh.

“Pembangunan ini nantinya untuk mereka juga. Eks pedagang pasar induk jodoh yang lama, menjadi prioritas kami menempati bangunan yang baru,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Zarefriadi, Senin (8/10/2018).

Zaref mengatakan pedagang juga tidak perlu gusar atau risau. Karena setelah dibangun nantinya pengelolaan Pasar Induk Jodoh tetap berada ditangan Pemko Batam.

“Tidak ke swasta, ini sesuai apa yang diucapkan pak Walikota. Jadi tak perlulah takut,” ungkapnya.

Pengosongan ini, kata Zaref perlu segera dilakukan. Karena bila pengosongan tidak dilakukan, akan dapat menghambat langkah-langkah Pemko Batam ke depannya.

“Tentunya pembangunan akan terhambat juga. Kami sedang melakukan konsilidasi di lingkungan internal Pemko,” ujarnya

Terkait dengan pemindahan pedagang ke kawasan di sebelah Pasar Induk Jodoh. Ia menilai lokasi tersebut cukup strategis. “Tak perlu cemas tak ada konsumen. Mereka (konsumen) akan datang ke sana,” ujarnya.

Lokasi pasar yang akan ditempati pedagang ini, dapat terlihat dari jalan. Karena pedagang buah yang berada di tepi jalan, direlokasi Pemko Batam dalam waktu dekat. “Jalan menuju ke pasar juga akan diberi cor,” ucapnya.

Menanggapi tuntutan pedagang yang meminta direlokasi ke lahan kosong, Zaref mengatakan Pemko Batam tidak memiliki tanah.

“Mereka (pedagang) juga tahu itu. Ke tanah kosong mana mau kami pindahkan mereka,” tuturnya.

Ia menghimbau pedagang agar dapat keluar secara sukarela dari gedung Pasar Induk Jodoh. Karena kondisi gedung itu kini, tidak layak ditempati. “Cobalah dukung kami (pemerintah),” pungkasnya. (ska)

Update