Jumat, 10 April 2026

Pasar Induk Dianggarkan Setelah ada Kepastian dari Pusat

Berita Terkait

Pasar Induk.
foto: anwar saleh / batampos

batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam Sallon Simatupang menyebutkan, pembangunan Pasar Induk Jodoh batal dianggarkan di APBD perubahan 2018. Menurutnya, penganggaran baru dilakukan setelah ada kepastian anggaran dari pemerintah pusat.

“Makanya di 2019 ini baru mau pembahasan (anggaran pasar induk) di komisi II,” kata Sallon, Senin (8/10/2018).

Ia menambahkan, anggaran pembangunan pasar Induk dari APBD Kota Batam hanya sebatas pendamping. Sementara anggaran intinya bersumber dari APBN.

“Kita pastikan dulu anggaran dari pusat. Kalau itu sudah disetujui baru dianggarkan dari APBD,” jelasnya.

Terkait berapa anggaran pendamping dari APBD Batam, Sallon mengaku belum mengetahui, mengingat belum ada pembahasan di tingkat komisi.

“Belum ada pembahasan dan kita juga belum tahu karena dinas terkait belum usulkan anggaran pendamping ini,” tambahnya.

Pembangunan Pasar Induk Jodoh membutuhkan anggaran Rp 231,4 miliar. Selain Rp 200 miliarnya bersumber dari APBN, Rp 31,4 miliar akan dibebankan dari APBD P Kota Batam.

“Permohonan bantuan dana revitalisasi Pasar Induk Jodoh memang sudah diusulkan ke kami (DPRD Batam). Selain APBN, pemko juga minta dari APBD Batam,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Batam, Mesrawati Tambubolon.

Dalam surat yang dikirim ke fraksi DPRD itu menjelaskan, Rp 31,4 miliar ini dibagi tiga yakni Rp 4,45 miliarnya bersumber dari APBD-P 2018, APBD 2019 non fiosik Rp 2,250 miliar dan APBD 2019 fisik sebesar Rp 24,75 miliar.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menambahkan, bila melihat tender dan rentan waktu yang tersedia, tidak dimungkinkan lagi di APBD Perubahan. Apalagi revitalisasi itu pekerjaan yang relatif besar. Amsakar menyebutkan untuk beberapa tahap awal pembangunan Pasar Induk Jodoh diprediksi membutuhkan sedikitnya Rp 2 miliar dari APBD Batam.

“Jadi tidak dimungkinkan untuk dimasukan di APBD Perubahan,” tuturnya.

Alasan lain belum adanya kejelasan anggaran dari APBN sebesar Rp 200 miliar dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Termsuk juga bila melihat komposisi APBD Perubahan Batam mengalami penurunan pada kisaran Rp 2,68 persen. Dari semula ditargetkan Rp 2.62 triliun berubah menjadi Rp 2,57 triliun. Hal ini tentu berpengaruh pada belanja daerah.

“Bagaimana mungkin dengan penurunan sebesar itu kita tetap anggarkan,” sebut Amsakar. (rng)

Update