
F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Pedagang pasar Induk Jodoh tegas mendukung pembangunan gedung pasar induk baru. Namun, mereka juga tegas menolak direlokasikan ke pihak swasta.
“Kami tetap mendukung pemerintah jika memang mau membangun pasar induk ini. Tapi kami tak mau diserahkan ke pihak swasta,” ujar Abdurahman, penasehat perkumpulan pedagang pasar induk Jodoh, kemarin.
Dikatakannya, selama ini para pedagang pasar induk bermitra baik dengan pemerintah. Karena itu, jika direlokasikan para pedagang tetap ingin berhubungan dengan pemerintah.
“Kami berurusan dengan Pemko. Jadi relokasikan lah kami ke lahan yang memang dikelola oleh pemerintah. Jangan biarkan kami hidup dibawah naungan swasta,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua RT 08 RW 04, Jodoh itu.
Pemerintah harus mencari solusi terbaik untuk para pedagang Pasar Induk Jodoh. Pedagang tersebut juga tak mau disamakan dengan pedagang kaki lima. Bahkan mereka mengaku rela membangun dan membayar bangunan, asal itu dikelola oleh pemerintah bukan swasta.
“Kami ini bukan pedagang kaki lima. Selama ini kami selalu ikuti aturan pemerintah. Tak masalah jika memang harus membayar,” jelasnya.
Menurut dia, para pedagang sudah beberapa kali rapat dengan Pemko hingga tim terpadu. Namun dalam rapat itu pemerintah tetap menyatakan tak punya lahan dan menawarkan kios milik swasta.
“Direlokasi ke kios milik swasta tentunya memberatkan pedagang. Padahal selama ini kami hanya membayar retribusi,” imbuh Abdurahman.
Sementara, Kepala Disperindag Kota Batam, Zarefriadi belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. (she)
