
batampos.co.id – Kelompok remaja atau anak punk di wilayah Sagulung dan Batuaji masih marak. Beberapa lokasi yang disinyalir sebagai tempat nongkrong mereka tersebar di wilayah itu, misalnya di pasar Seroja, Mandalay dan beberapa lokasi lainnya. Keberadaan kelompok remaja ini masih meresahkan warga.
Beberapa minggu yang lalu dua kelompok remaja terlibat perkelahian di Simpang Nato, Sagulung dan melukai satu orang anggota remaja tersebut.
Kapolsek Sagulung, AKP Yudha Surya mengaku terus mengawasi aktivitas kelompok remaja yang terlibat terlibat perkelahian di Simpang Nato tersebut karena dikuatirkan akan berulah lagi.
“Kami tetap awasi,” ujar Kapolsek Sagulung Akp Yudha Surya.
Kelompok remaja atau anak punk juga kerap mangkal di pasar dan meminta barang dagangan warga secara gratis dengan nada gertak layaknya preman. Jika pedagang tak memberi apa yang diminta, kelompok remaja itu ancam akan merusak tempat usaha para pedagang tersebut.
“Kalau kami tak kasih, mereka pasti ancam,” kata Dahlia, seorang pedagang di lapangan SP Plaza.
Tak hanya pemalakan dan penjambretan, kelompok remaja berandalan ini juga kerap melakukan aksi pembegalan. Kasus pembegalan yang cukup mendapatkan perhatian adalah aksi Yanto, 23 dan Levi,20 (wanita) yang mencoba membegal pria paruh baya beberapa waktu lalu di depan komplek pasar BBC, Sagulung.
Saat itu, pasangan kekasih ini hendak membegal pengendara dengan cara menabrak. Warga yang mendapati dua motor tumbang kaget, lantaran mengetahui kalau kecelakaan itu karena ulah Yanto dan Levi yang mencoba membegal menggunakan sebilah parang.
Keduanyapun babak belur diamuk massa warga tersebut.
“Mau dibakar warga juga semalam, tapi untung cepat diamankan ke Polsek Sagulung,” kata Maruhut, beberapa waktu lalu. (une)
