x.batampos.co.id – Komite Olahraga Nasional (KONI) Provinsi Kepri memastikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV Tahun 2018 yang sedianya dihelat mulai 25 November mendatang batal digelar. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi di Tanjungpinang, Selasa (9/10).
Ketua Harian KONI Kepri Nur Syafriadi mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan multievent olahraga empat tahunan itu batal diselenggarakan. Di antaranya karena minimnya anggaran dari pemerintah daerah. Terutama dari Tanjungpinang sebagai tuan rumah.
“Sehingga dari hasil rapat bersama Pemko Tanjungpinang sebagai tuan rumah, kita putuskan dibatalkan pelaksanaannya tahun ini,” ujar Nur Syafriadi usai rapat, kemarin.
Mantan ketua DPRD Kepri tersebut menjelaskan, selain soal anggaran rencana penyelenggaraan Porprov Kepri IV juga terkendala faktor kesiapan peserta dari tujuh kabupaten/kota di Kepri. Menurut Nur, beberapa daerah tidak siap mengikuti Porprov tahun ini.
“Intinya adalah penyelenggaraan ini tidak didukung dengan anggaran, kepesertaan serta dukungan dari beberapa pengurus KONI di kabupaten/kota,” katanya.
Mantan Ketua KONI Provinsi Kepri ini mengatakan, sampai kemarin baru Karimun, Anambas, dan Natuna yang menyatakan dukungan dan kesiapannya mengikuti Porprov Kepri IV. Sementara Lingga, Batam, Bintan, dan Tanjungpinang sebagai tuan rumah belum menyatakan dukungan dan kesiapannya.
Minimnya dukungan juga diperlihatkan Pemprov Kepri. Menurut Nur, sejak jauh hari KONI Kepri telah menyampaikan anggaran Porprov Kepri IV ini sekitar Rp 10 miliar. Namun dalam APBD Perubahan 2018, Pemprov Kepri hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar.
“Pada prinsipnya kami sangat menginginkan Porprov ke IV tetap terlaksana. Tetapi soal anggaran dan kesiapan masing-masing cabang olahraga juga menjadi faktor yang menentukan,” tegas Nur.
Nur menyebut, ada 26 cabang olahraga (cabor) yang akan dilombakan dalam Porprov Kepri IV ini. Namun, hanya 20 Cabor yang menyatakan kesiapannya. Beberapa Cabor seperti atletik, basket, catur, renang, tarung drajat, dan tenis meja menyatakan tidak bersedia.
“Alasan mereka mundur ini, karena anggarannya hanya Rp 50 juta untuk satu cabor sementara yang diajukan ratusan juta,” katanya.
Wakil Sekretaris KONI Kepri Amri Caniago menambahkan, sebenarnya KONI Kepri masih berusaha untuk tetap menggelar Porprov Kepri IV dengan melakukan efisiensi anggaran penyelenggaraan. Hanya saja kemudian muncul beberapa permasalahan baru.
“Dari dana Rp 2 miliar itu, masing-masing cabor dianggarkan Rp 50 juta dalam Porprov. Selain itu juga dilakukan efisiensi dengan menghilangkan acara seremonial,” bebernya.

Dengan anggaran Rp 50 juta, lanjut Amri, beberapa cabor pesimis untuk bisa menggelar pertandingan. Sehingga ada beberapa cabor yang menolak ikut ambil bagian dalam Porprov Kepri IV.
“Permasalahan Porprov memang sudah sangat kompleks, tidak lagi hanya sekadar permasalahan dana,” paparnya.
Amri mengatakan dalam waktu dekat KONI Kepri akan memberitahukan keputusan ini pada KONI kabupaten/kota. “Secepatnya nanti KONI Kepri mengirimkan surat terkait dengan keputusan ini,” jelas Amri.
Ketua KONI Natuna Zamronie mengaku kecewa dengan dibatalkannya pelaksanaan Porprov IV ini. Sebab menurutnya, Porprov Kepri IV merupakan ajang silaturahmi dan barometer pembinaan prestasi atlet Kepri.
“Padahal Pemkab Natuna sangat mendukung atlet-atlet Natuna bertanding dan bersilaturahmi dengan kontingen dari kabupaten/kota lain,” ungkapnya.
Di lain pihak, Ketua KONI Batam Iskandar Alamsyah belum mau berkomentar mengenai keputusan dibatalkannya gelaran Porprov Kepri IV. Iskandar masih menunggu surat resmi dari KONI Kepri. (jpg/yan)
