Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Sebuah perusahaan besar asal Taiwan dipastikan akan membangun pabrik di Kawasan Industri Wiraraja Batam dengan nilai investasi sekitar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,3 Triliun. Perusahaan yang bergerak di bidang garmen dan produsen selimut ini akan menyerap lebih dari 10 ribu karyawan.

“Sudah ada deal, dan perusahaan tersebut akan masuk di kawasan kami (Wiraraja, red). Mereka minta lahan 10 hektare dan sudah kami siapkan,” kata Presiden Direktur Wiraraja Group, Ahmad Makruf Maulana, Rabu (10/10).

Pria yang juga Ketua Kadin Kepri ini mengatakan, perusahaan ini akan membangun industri daur ulang plastik yang akan dijadikan selimut, pakaian, tas belanja, dan selendang.

Menurut Makruf, sudah ada beberapa perusahaan yang memang menyatakan siap datang ke Batam. Tetapi PMA yang tergabung dalam Daai Technology Co, Ltd ini adalah salah satu yang paling besar.

“Perusahaan ini adalah join investasi antara China dan Jepang. Lebih dari10 ribu orang tenaga kerja mereka butuhkan. Ini menjadi peluang kita untuk terus membangkitkan ekonomi di Batam,” jelasnya.

Di Taiwan sendiri, perusahaan ini sudah lama eksis. Mereka mampu memproduksi lebih dari 3.000 lembar selimut per hari. Dengan teknologi canggih, perusahaan ini mampu mengolah plastik menjadi pakaian yang berkualitas.

Makruf yakin, dengan semakin banyak perusahaan asing yang masuk ke Batam, maka pertumbuhan ekonomi di Batam akan meningkat. Ia berharap semua pihak untuk saling menjaga iklim investasi di Batam agar investor nyaman.

“Kadin pada dasarnya akan terus membantu pemerintah mengembangkan perekonomian di Batam. Mari kita terus berjuang bersama memulihkan perekonomian ini,” tuturnya.

Kepastian masuknya perusahaan asal Taiwan itu menambah panjang daftar perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang berinvestasi di Batam. Sebelumnya sudah ada 33 perusahaan asing masuk ke Batam dengan total investasi 300 juta dolar Amerika Serikat. Sebagian besar berasal dari Tiongkok, Korea, dan Jepang

“Hanya di tahun ini saja sudah 33 perusahaan asing yang masuk. Ini sejak perang dagang Tiongkok dengan Amerika dan banyak perusahaan yang kesini,” katanya.

Perusahaan asing tersebut tersebar di beberapa kawasan industri di Batam. Termasuk Kawasan Industri Wiraraja.
Sebelumnya, PT Sapac yaitu perusahaan pembuat kaca anti peluru dari Jepang juga dipastikan akan beroperasi di Batam.

Sementara anggota Komisi I DPRD Kota Batam Tumbur Sihaloho mengatakan, investasi asing memang harus bisa didatangkan sebanyak-banyaknya ke Batam. Tentunya yang memiliki dampak besar untuk perekonomian dan penyerapan tenaga kerja.

“Kalau memang ada perusahaaan yang membutuhkan karyawan sampai belasan ribu pekerja ini harus didukung,” katanya.

Namun ia mewanti-wanti kepada investor dan pengelola kawasan industri agar tetap memperhatikan masalah lingkungan. Terutama terkait pengelolaan limbah industri. (ian)