batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi optimis pariwisata Batam akan terus berkembang. Bahkan, ia menilai bukan tidak mungkin Batam pada 2025 akan menjadi daerah penyumbang wisatawan mancanegara (wisman) terbesar setelah Bali dan Jakarta.

“Kita sekarang ini posisi ketiga. Kita balikkan, kita nomor satu, mau kan?” kata Rudi dalam pertemuan dengan guru-guru swasta di Golden Prawn, Selasa (9/10) sore.

Ia mengatakan, mengubah ini tidak sulit. Menurutnya masyarakat Batam cukup cerdas dan mudah diajak bicara untuk bersama-sama menyongsong perubahan ke arah yang lebih baik. Apalagi Batam, lanjut mantan anggota DPRD Batam ini, punya segudang potensi dalam hal kepariwisataan.

“Bali apa kelebihannya, alam? Batam banyak, pantainya ada, resort-resort juga ada,” kata dia.

Harapan kunjungan wisman pada 2025 yang tinggi, seiring dengan target selesainya pembangunan jalan dan sejumlah utilitas pendukung. Rudi menyebutkan, salah satu kelebihan Batam yang tidak dimiliki daerah lain seperti Bali yakni letak geografis, Batam berada di wilayah yang sangat strategis dan jalur internasional.

“Kalau kita mau ke Amerika, Inggris, dekat ke Singapura. Kita tinggal sebelah naik kapal sebentar. Kalau ke Bali, harus terbang ke Singapura dulu. Makanya letak geografis itu sangat penting,” sambungnya.

Ia menyadari, mensukseskan target daerah pariwisata membutuhkan anggaran. Maka dari itu, pihaknya terus memaksimalkan pendapatan daerah. Kini sedang intens memasang tapping box (pencatat transaksi) guna menekan kehilangan pendapatan daerah. Denga kata lain, semua transaksi dijamin 100 persen dapat terpantau dan masuk ke kas daerah.

“Jadi tidak ada tipu-tipu lagi, semua restoran akan pasang tapping box,” imbuhnya.

Rudi berpesan, agar semua pihak termasuk guru terus mengedukasi dan turut andil dalam pembangunan Batam. Menurutnya semua warga Batam harus merasa memiliki Batam, hal ini seiring hastag #BataMiliKita.

Plt Kadis Parawisata Batam, Ardiwinata mengatakan mendukung target Wali Kota Batam itu. Dispar diakui, terus berbenah dalam mendorong peningkatan wisatawan, baik mulai dari program prawisata hingga tagline untuk membangun kebersamaan dengan masyarakat.

“Tagline yang disampaikan pak wali, bisa diselaraskan dengan wisata Batam. Merasa iku memiliki Batam, masyarakat akan menjaga, seperti sadar wisata,” kata dia.

Tagline diakui penting, sebagai pegangan semua pihak dalam mendukung program pembangunan. Termaksud dibidang parawisata.

“Ada perda yang mendukung hal ini, seperti perda pemajuan budaya Melayu,” pungkas mantan Kabag Humas Pemko Batam ini. (iza)

Advertisement
loading...