batampos.co.id – Dewan Kesenian Batam sudah 5 tahun vakum, tanpa program maupun kegiatan. Oleh sebab itu, sembilan orang seniman yang merasa miris dengan kondisi ini, mencoba untuk menghidupkan kembali Dewan Kesenian Batam.

“Kami menyebutnya tim sembilan, yang anggotanya saya sendiri, Samson Rambah Pasir, Tarmizi rumah hitam dan beberapa orang kawan lainnya,” kata Ketua Panitia Pelaksana Musyawarah Seniman Daerah (Musenda) Kota Batam IV, Budi Khailani, Sabtu (13/10).

Budi mengatakan butuh tiga pekan mempersipakan Musenda Kota Batam ke IV ini. Musenda yang diadakan dengan swadaya dari pecinta seni, akhirnya terlaksana Sabtu (13/10).

“Sebanyak 60 orang yang kami undang, untuk merumuskan aturan serta memilih ketua dan anggota Dewan Kesenian Batam,” ucapnya.

Dewan Kesenian Batam diyakini dapat hidup lagi, karena Pemko Batam sedang gencar-gencarnya meningkatkan pariwisata.

“Pariwisata ini akan selalu berdekatan dengan seni, tentu Dewan Kesenian Batam dapat mengambil peran disini,” ucapnya.

Di Dewan Kesenian Batam ada lima komite Tari, Musik, Komite Sastra, Teater, dan Film.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, M Syahir mengatakan akan mendukung Dewan Kesenian Batam.

“Tanpa seni, hidup menjadi kurang seimbang,” ucapnya.

Syahir mempersilahkan Dewan Kesenian Batam untuk mengirimkan proposal bantuan ke Pemko Batam.

“Kalau tahun ini tidak bisa, tapi coba ajukan tahun depan,” tuturnya.

Ketua Lembaga Adat Melayu Batam, Nyat Kadir berhara Dewan Kesenian Batam bisa tumbuh besar.

“Saya akan dukung dan bantu. Karena yang membesarkan saya adalah seniman,” ujarnya.

Musenda Dewan Kesenian Batam ini akan dilaksanakan selama satu hari penuh. Penunjukan ketua beserta jajaran anggota Dewan Kesenian Batam, nantinya akan dilakukan dengan cara musyawarah dan mufakat. (ska)

Advertisement
loading...