Ratusan Napi Perempuan menggelar demonstrasi di halaman LPP Baloi, Kamis (11/10). Mereka meminta pihak LPP mengembalikan uang yang pernah mereka yang masih tertahan di koperasi. F. Alfian Lumban Gaol/ Batam Pos

batampos.co.id – Sejak minggu depan, semua napi perempuan di LPKA Baloi akan menggunakan kartu brizzi untuk transaksi di koperasi. Ini akan menjawab demonstrasi yang digelar para napi beberapa waktu lalu. Di mana setiap napi dibatasi, hanya bisa pegang Rp 1juta di dalam kartu.

“Jadi selasa depan akan kami sosialisasikan. Kami akan bekerjasama dengan BRI,” ujar Kasubag TU, LPP Baloi, Kamis (12/10), Anto, Jumat (12/10).

Anto mengatakan, permasalahan kartu brizzi ini sudah sejak dua minggu lalu. Di mana para Napi sempat ragu dan berharap tetap menggunakan uang tunai. Namun pihak LPP berpikir dengan menggunakan uang tunai, justru akan sangat beresiko.

“Bisa jadi kehilangan. Dan dengan brizzi ini menurut kami lebih aman. Dan kami sudah memberikan pemahaman kepada warga binaan, dan akan kita sosialisasikan. Satu orang warga binaan maksimal itu hanya Rp 1juta,” ujarnya.

Terkait uang napi yang masih tertahan di LPP, maka pihak LPP akan langsung mengkonversinya ke kartu brizzi. Jadi dipastikan tidak akan ada uang yang hilang.

“Jadi memang ada uang itu dulu ketika masih menggunakan uang monopoli. Tetapi kita pastikan tidak akan ada yang hilang. Kita akan langsung konversi.” ujarnya.

Hal yang sama disampikan kepala LPP Baloi, Mulyani. Ia mengatakan tuntutan para warga binaan beberapa hari lalu karena mereka tidak mau beralih ke kartu brizzi. Padahal dengan metode ini akan lebih aman dan nyaman.

“Jadi mereka menolak pemberlakuan kartu brizzi ini. Padahal ini lebih aman dan nyaman. Jadi ini juga memudahkan mereka dalam bertransaksi,” tambahnya.

Nantinya setiap warga binaan akan memiliki kartu ini yang digunakan dalam setiap transaksi. Misalnya belanja di kantin dan biaya lainnya.

“Jadi tidak pakai uang fisik. Ini lebih bagus, tidak akan ada pencurian. Dan menghindarkan LPP dari tuduhan macam-macam,” terangnya. (ian)

Advertisement
loading...