Iklan

batampos.co.id – Jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di Batam terus bertambah jelang penutupan pendaftaran pada Senin (15/10) tadi malam. Hingga Senin siang, tercatat ada 6.741 pelamar. Namun 391 berkas di antaranya dinyatakan gugur.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) M Sahir mengatakan, ke-391 berkas pelamar CPNS itu dinyatakan gugur setelah dilakukan verifikasi. Ada beberapa syarat yang tidak dipenuhi, sehingga 391 berkas pelamar tersebut dinyatakan tidak lengkap.

Sahir menyebut, beberapa hal yang diverikasi antara lain surat lamaran harus ditujukan ke Wali Kota Batam. Namun ternyata ada beberapa lamaran yang ditujukan ke BKP-SDM.
Pertimbangan lain yakni Indek Prestasi Kumulatif (IPK) yang tidak memenuhi syarat. Sebab sesuai ketentuan, batas minimal IPK untuk pelamar tempatan atau asli warga Batam adalah IPK 2,50. Sementara IPK non tempatan minimal 3,00.

“Ada juga akreditasi kampus yang belum tidak memenuhi syarat. Karena minimal akreditasi harus B,” kata Sahir.

Verifikasi ini melibatkan tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait CPNS. Dengan rincian, empat orang dari Dinas Kesehatan, delapan dari BKPSDM, dan ada juga yang dari Disdik.

Dengan hasil verifikasi itu, maka hingga siang kemarin jumlah pelamar CPNS di Batam yang memenuhi syarat mencapai orang. Dengan rincian sebanyak 3.641 pelamar formasi guru, 1.810 pelamar formasi kesehatan, dan 899 pelamar tenaga teknis.

Selanjutnya, BKP-SDM Kota Batam akan mempersiapkan proses tes CPNS. Untuk lokasinya sendiri, nanti akan digelar di lantai tiga Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) dan Kantor BKN Regional 12 Pekanbaru UPT Batam Center.

“Untuk fasilitas disiapkan dari BKN. Baik itu jaringan maupun fasilitas komputer,” tambahnya.

Terpisahm Ketua DPRD Batam Nuryanto berharap pelaksanaan tes dapat berjalan tanpa hambatan. Sehingga tak merugikan peserta.

“Semua kebutuhan dalam menunjang penyelenggaraan yang menerapkan sistem online ini, disiapkan panitia,” tegas Nuryanto.

Kesiapan teknis diperlukan guna memberi rasa aman kepada peserta. “Sehingga pelaksanaannya lancar dan menghasilkan PNS sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.

Hampir Tembut 5 Juta Pelamar

Pendaftaran CPNS baru secara online di website sscn.bkn.go.id ditutup tadi malam (15/10) pukul 23.59 WIB. Sejak awal Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperkirakan jumlah pelamar berkisar 5 juta orang. Data BKN sampai Senin (15/10) sore menyebutkan jumlah pelamar mencapai 4,4 juta orang lebih.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan data sampai kemarin pukul 16.00 WIB menyebutkan jumlah akun pelamar CPNS baru mencapai 4.410.228 orang. Dari jumlah tersebut, pelamar yang sudah menyelesaikan proses pendaftaran ada 3.470.567 orang. Dengan demikian masih ada sekitar 1 juta pelamar yang belum menyelesaikan proses pendaftaran.

Dia menegaskan BKN tidak memberikan toleransi kepada pelamar yang sudah membaut akun lamaran, tetapi belum menyelesaikan proses pendaftaran. Dia berharap di siswa waktu sampai tadi malam, seluruh peserta menyelesaikan proses pendaftarannya.

Ridwan lantas menyebutkan instansi pusat yang paling sedikit pelamarnya. Badan Pengawas Tenaga Nuklir menjadi yang paling sedikit dengan jumlah pelamar hanya 686 orang dengan jumlah formasi 25 kursi. Kemudian Kemenkopolhukam ada 703 pelamar (formasi 21 kursi), Setjen Komisi Yudisial ada 744 pelamar (formasi 21 kursi), Setjen MPR ada 750 pelamar (formasi 23 kursi), dan Badan Informasi Geospasial ada 823 pelamar (formasi 50 kursi).

Dia menuturkan setelah selesai proses pendaftaran, maka BKN mempersiapkan infrastruktur komputer untuk seleksi kompetensi dasar (SKD). Kepastian jumlah unit komputer belum ditetapkan hingga kemarin. ’’(teknis jumlah komputer, red) masih dirapatkan,’’ katanya.

Sejak awal BKN memprediksi bahwa jumlah pelamar CPNS baru tahun ini berkisar 5 juta orang. Sehingga BKN mempersiapkan infrastruktur komputer untuk SKD berbasis komputer dengan kapasitas 10 juta orang. Unit komputer yang digunakan untuk ujian juga menggunakan infrastruktur untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Sementara itu Kementerian PAN-RB sudah menetapkan lokasi tes CPNS berbasis komputer tersebar di 873 titik. Dari jumlah tersebut 237 titik merupakan infrastruktur milik BKN. Sisanya sebanyak 636 titik merupakan fasilitas UNBK. ’’Sistem UNBK akan ktia sinkronkan dengan BKN,’’ kata Menteri PAN-RB Syafruddin.

Dia lantas menjelaskan ada 76 kementerian dan lembaga serta 293 instansi daerah menggunakan fasiltias komputer milik BKN. Kemudian ada 233 instansi lainnya menggunakan fasilitas komputer UNBK. Mantan Wakapolri itu menegaskan panitia seleksi nasional (panselnas) harus berorientasi memudahkan masyarakat dalam mengakses lokasi ujian.

Sebagaimana diketahui tahun ini formasi CPNS baru untuk instansi pusat dan daerah berjumlah 238.015 kursi. Untuk instansi pusat tersedia 51.271 formasi yang tersebar di 76 kementerian dan lembaga. Sementara itu instansi daerah mendapatkan jatah 186.744 formasi yang tersebar di 525 instansi.

Formasi guru menduduki peringkat teratas. Perinciannya adalah guru Kemenag di kabupaten dan kota sebanyak 12 ribu formasi. Kemudian guru kelas dan mata pelajaran pemda ada 88 ribu formasi. Lalu guru agama di pemda ada 8 ribu formasi. Selain itu formasi dosen di Kemenrsitekdikti dan Kemenag ada 14.454 formasi. (iza/wan/JPG)

Advertisement
loading...