Selasa, 14 April 2026

Akses Jalan Menuju Rusunawa Pemko Batam Mukakuning II Makin Hancur

Berita Terkait

batampos.co.id – Intesitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir ini menyebabkan akses jalan masuk menuju rumah susun sewa (Rusunawa) Pemko Batam Mukakuning II semakin hancur. Akses jalan yang masih berupa galian tanah lahan perbukitan itu berubah jadi hamparan lumpur tebal.

Kendaraan bermotor penghuni rusun sama sekali tak bisa lewat sehingga diinapkan di pinggir jalan ruli Simpang Dam, Mukakuning. “Sudah tiga hari kami parkir (sepeda) motor pinggir jalan dekat ruli itu. Ke bawa (rusunawa) sama sekali tak bisa masuk. Kalau paksa bisa tenggelam dalam lumpur motor kami. Mobil apalagi sudah pasti tak bisa masuk sama sekali,” ujar Rudi, seorang warga.

Situasi ini diakui Rudi merepotkan penghuni rusunawa di sana. Untuk keluar atau masuk dari kawasan rusun mereka harus berjalan kaki mendaki jalan perbukitan yang penuh dengan lumpur tebal tadi. Alas kaki hingga pakai dipastikan kotor setiap kali beraktifitas keluar rusunawa. Tidak itu saja tenaga dan waktu mereka dipastikan banyak terkuras.

“Kalau bawa barang atau galon air ya harus pikul melewati lumpur ini. Tak ada lagi akses jalan lain. Ke bawa tak bisa karena pagar (kawasan industri) Batamindo,” tutur Rudi.

Situasi ini sudah berlangsung sejak sebulan belakangan ini setelah akses jalan diratakan oleh alat berat dari Pemko Batam.

“Sebelum diratakan masih aman karena hujanpun tak lumpur. Jalan tanah memang tapi tetap keras seperti dibauksit gitu. Tapi setelah dikerjakan malah jadi begini,” kata Frendi, warga lainnya.

Pengendara sepeda motor membawa galon kosong dengan kesusahan karena jalan licin dan berlumpur jalan masuk Rusunawa Mukakuning II, Seibeduk, Senin (15/10). F Dalil Harahap/Batam Pos

Selama jalan tersebut becek dan berlumpur, banyak penghuni rusunawa yang jadi korban. Tidak saja kaum wanita dan ibu hamil tapi kaum pria atau bapak-bapak juga banyak yang jatuh karena nekad menerobos genangan lumpur tersebut dengan sepeda motor.

“Sudah banyak korban. Kemarin bapak-bapak boncengan sama anak dan isterinya yang lagi hamil terguling di turunan ini. Dia nekat terobos,” kata Frendi

Pantauan Batam Pos, Senin (15/10), kondisi jalan tersebut masih seperti sebelum-sebelumnya. Lumpur tebal terlihat merata di seluruh badan jalan. Menjelang siang, akses jalan sudah bisa dilalui beberapa sepeda motor sebab jalur yang dilaluli sepeda motor itu perlahan-lahan mengering. Beberapa penghuni rusun sebelumnya nekad menerobos genangan lumpur karena kuatir keamanan sepeda motor mereka yang sudah berhari-hari parkir di ujung jalan tersebut.

“Semalam sampai pagi tadi belum bisa lewat. Siang ini sudah bisa karena tadi ada beberapa warga yang nekad terobos jadi agak kering,” ujar Fina, penghuni rusunawa lainnya.

Akses jalan yang bisa dilalui kendaraan itu tidak lebih dari satu meter seukuran stapak perumahan sehingga kendaraan roda empat masih belum bisa lewat sama sekali.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusunawa Pemko Batam, Teguh saat dikonfirmasi mengaku belum bisa mengatasi persoalan itu dalam waktu dekat ini. Itu karena faktor cuaca yang mana curah hujan masih tinggi.

“Rencananya mau pengerasan dulu baru aspal, tapi karena hujan ini belum bisa. Alat berat sudah di sana (pengerjaan). Faktor alam ini tak bisa kita lawan,” ujar Teguh.

Pengerjaan jalan tersebut sebenarnya sudah dimulai dengam pembukaan akses jalan baru yang dilakukan sejak sebulan yang lalu. Namun pengerjaan terhambat karena rencana pengerasan dengan bauksit belum bisa dilaksanakan sebab hujan terus sepeken terakhir ini. (eja)

Update