
x.batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam menyebut harga sembako masih dalam batasan normal. Tidak ada lonjakan harga yang begitu berarti di setiap pasar. Hal ini terlihat dari survey yang dilakukan Disperindag, Selasa (16/10).
Dari 20 item yang disurvey oleh Disperindag, hanya harga cabe yang mengalami kenaikan dari Rp 40ribu menjadi Rp 42ribu.
“Tapi ini tidak disemua pasar. Hanya beberapa pasar saja ada kenaikan harga cabe,” kata Kadisperindag Kota Batam, Zarefriadi, Selasa (16/10).
Walau ada sedikit lonjakan, Zaref mengaku tidak mengetahui penyebab naiknya harga cabe ini. “Tidak tau saya,” tuturnya.
Dari survey Disperindag di Pasar Taras, Mitra Raya, Tos 3000, Botania 2, harga beras premium dijual dengan harga Rp 321ribu per25 kilogram. Sementara itu beras medium dijual dengan harga Rp 252ribu per25 kilogram.
Sementara ayam ras dijual dengan harga Rp 32ribu perkilogram. Sedangkan daging sapi Rp 125ribu perkilogramnya. Telur satu papan harga berada dikisaran Rp 38ribu.
Untuk cabe merah keriting di jual dengan kisaran harga Rp 39ribu perkilogramnya. Dari data milik Disperindag ini, cabe merah paling mahal dijual di Pasar Taras, Rp 43ribu, paling murah di Pasar Tos 3000 Rp 34ribu.
komoditas bawang merah paling mahal di jual di Pasar Botania 2 Rp 32ribu perkilogramnya, paling murah di Pasar Tos 3000 Rp 16ribu perkilogramnya.
Dari catatan Disperindag beberapa komoditas, harga paling murah ada di Pasar Tos 3000, wortel Rp 12ribu perkg, kangkung Rp 6ribu perkg, Ikan Tongkol Rp 20ribu perkg, Ikan Selar Rp 35ribu perkg.
Adanya perbedaan harga tiap pasar ini, dibenarkan oleh Zarefriadi. “Masing-masing pasar berbeda-beda, mungkin ada faktor-faktornya,” tuturnya.
Survey yang dilakukan Disperindag ini, diharapkan Zarefriadi menjadi acuan masyarakat. “Apabila masyarakat ingin ke pasar, bisa terlebih dahulu melihat survey kami yang diupdate tiap Selasa dan Jumat di website Pemko Batam,” ungkapnya. (ska)
