batampos.co.id – Kebakaran melanda pesantern dan panti asuhan Yayasan Profesor Syamsudin, Kecamatan Bengkong, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (16/10/2018) malam.
Kala itu, Rival, 7, terbangun ketika api baru mulai membesar.
Murid kelas satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) Aljabar itu berhasil keluar melalui jendela yang sudah terbakar. Akibatnya ia mengalami luka bakar di bagian wajah dan telinga. Ia langsung dilarikan ke puskesmas untuk mendapat penanganan medis.
Ditemui di Masjid Aljabar yang berada di sekitar lokasi kejadian, Rival yang sudah mendapat penanganan medis masih terlihat syok. Jilatan api juga mengenai rambutnya yang terlihat hangus dan masih berbau. Ia hanya mengangguk dan menggeleng menanggapi orang-orang yang menanyakan keadaan dirinya saat itu.
Samuel, 10, santri lain yang tinggal sekamar dengan Rival menjelaskan, sesaat sebelum kejadian, ia sempat membangunkan Rival untuk mengajaknya salat magrib. Namun ia yang sudah berkali-kali membangunkan, tetap tidak membuat Rival terjaga dari istirahat sorenya itu. Samuel akhirnya meninggalkan Rival yang masih tidur pulas.
Sesaat setelah salat magrib, ia dan santri lain kembali dan langsung mendengar teriakan kebakaran. Samuel mengaku langsung memanggil-manggil Rival yang kemudian keluar melalui jendela.
“Dia kena api sedikit, menjerit-jerit,” kata Samuel yang duduk di kelas IV MI ini.

Sementara itu, Rival hanya mengangguk membenarkan perihal ia menerobos jendela untuk menyelamatkan diri. Ia sempat berbicara bahwa ia diselamatkan oleh bapak-bapak yang juga membawanya untuk mendapat penanganan medis. Setelah itu Rival kembali duduk diam diantara santri lain yang berkumpul di Masjid.
Sekertaris Yayasan Profesor Syamsudin, Deden Sirajudin, menjelaskan, ia mengetahui adanya kebakaran ketika tengah berbincang di Masjid Aljabar seusai salat. Para santri langsung mengabarkan dan menariknya ke lokasi kebakaran. Saat itu, ia melihat kobaran api sudah membesar dan memakan sebagian bangunan.
Kobaran api yang begitu cepat diakuinya tidak memberi ruang untuk menyelamatkan barang-barang yang ada di lokasi.
“Sampai di sana (lokasi kejadian) apinya sudah berputar-putar, sudah besar,” kata Deden ketika ditemui disela kesibukannya memastikan semua santri mendapatkan penanganan.
Sementara itu data yang dikeluarkan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam, ada 75 orang yang terdampak bencana kebakaran ini. 50 diantaranya adalah santri, sementara 25 sisanya adalah guru-guru dan pegawai di yayasan ini. Saat ini Dinsos telah menyiapkan posko dan menyuplai kelengkapan darurat untuk santri yang merupakan anak-anak yatim binaan yayasan.
“Kita siapkan posko untuk masyarakat yang ingin membantu, sudah ada yang menawarkan bantuan, kita juga siapkan kelengkapan korban sesuai arahan pak wali (Wali Kota Batam HM Rudi),” kata Kepala Dinsos Kota Batam, Hasyimah yang berada di lokasi kebakaran.
Pantauan di lokasi, masyarakat masih memadati lokasi masjid memberikan simpati dan dukungan pada pengelola yayasan. Terlihat juga bantuan makanan, perlengkapan tidur sudah berada di lokasi.
(bbi/JPC)
