JC Cafe menjadi salah satu lokasi tujuan pengunjung, khususnya anak-anak yang memang gemar dengan kartun (Bobi Bani/JawaPos.com)

x.batampos.co.id – Kala terik menyapa minum es sungguh menyegarkan. Hembusan angin sepoi menyegarkan suasanya.

Jom kita merapat ke pantai Neo Costarina, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), tepatnya ke JC Cafe, stan makanan yang hadir dalam balutan konsep dan karakter Minion.



Stan JC Cafe ini menjadi salah satu lokasi tujuan pengunjung, khususnya anak-anak yang memang gemar dengan kartun. Di sini tidak hanya menyediakan makanan dan minuman, tetapi juga menghadirkan gelas dengan karakter minion untuk dijual.

Budi Khang, pemilik stan yang persis berada di dekat dermaga ini mengatakan, gelas-gelas tersebut menjadi daya tawar tersendiri untuk anak-anak. Mereka kebanyakan akan memilih membeli minuman sekaligus gelas dengan karakter makhluk lucu berkacamata ini. Padahal, stan ini juga menyediakan gelas biasa bagi pembeli yang hanya ingin membeli minuman.

“Memang untuk anak-anak, kita jual dan banyak yang suka,” kata Budi ketika ditemui di stan dengan dominasi warna kuning baru-baru ini.

Untuk mendapatkan minuman beserta gelas minion ini, Budi mematok harga antara Rp 20-Rp 25 ribu, sesuai dengan model dan ukuran gelas. Budi pun tetap melayani anak-anak yang hanya mau membeli gelas minion, walaupun sejatinya gelas-gelas tersebut menjadi penunjang penjualan minuman di stan yang ia buat sendiri ini.

Berbagai sajian makanan dan minuman yang ada di stan ini diantaranya es cendol, strobery, susu coklat, dan minuman jelly. Kentang spiral, sosis, ayam, dan kentang krispi. Es cendol dan kentang spiral menjadi menu yang paling laris, disamping gelas minion yang menjadi incaran anak-anak ini.

Akhir pekan menjadi masa-masa terbanyak kedatangan pengunjung di stan yang dikelola oleh Budi dan istrinya ini. Kalau biasanya pada Senin hingga Jumat stan tutup sekitar pukul 17.30 WIB. Pada Sabtu dan Minggu, masa buka stan yang juga menyediakan spot foto ini buka hingga pukul 21.00 WIB.

“Malam minggu pasti rame, jadi kita buka sampai malam, hari Selasa kita libur,” kata Budi yang tinggal di Kecamatan Bengkong ini.

Budi melanjutkan, usaha kecil miliknya ini berawal dari kejenuhan istrinya bekerja di dunia pemasaran. Sehingga pada November 2017 lalu alternatif yang dipilih adalah membuat usaha mikro.

Sebelum menggunakan kontainer seperti saat ini, ia menggunakan gerobak biasa. Namun keterbatasan gerobak membuatnya beralih menggunakan kontainer yang diakuinya jauh lebih unggul.

“Kalau hujan sekarang tidak basah, sebelumnya repot kita harus pindah kalau hujan,” kata Budi lagi.

Apa yang dilakukan Budi saat ini, sejatinya sejalan dengan keinginan dan upaya pemerintah menjadikan Batam sebagai kota pariwisata. Pemerintah saat ini terus mendorong hadirnya terobosan di bidang pariwisata, salah satunya adalah menghadirkan keunikan yang bisa menjadi daya tarik, terlebih bisa menghadirkan gerak perekonomian.

(bbi/JPC)

Loading...