Sabtu, 11 April 2026

Perusahaan Besar Pindah ke Asean, Indonesia Dapat Bagiankah?!

Berita Terkait

invetsasi, industri

x.batampos.co.id – Sejumlah perusahaan besar ramai-ramai pindah ke negara Asia Tenggara. Namun untuk Indonesia masih dalam tahap penjajakan. Hal ini perlu disikapi oleh pemerintah sesegera mungkin agar Indonesia tidak kalah saing dari negara tetangga.

“Rencana untuk pindah ternyata belum ada ke Indonesia. Untuk saat ini ada sejumlah perusahaan besar akan buka di negara-negara tetangga,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, Senin (22/10).

Contohnya yakni Harley Davidson dari Amerika akan membangun pabrik di Thailand.

Kemudian Panasonic dari Jepang sudah menutup pabriknya di Amerika pada awal 2017 dan memindahkan pabriknya ke Malaysia.

“Mereka akan ekspor dari Malaysia nantinya,” ungkapnya.

Lalu ada Steven Madden Ltd dari Amerika yang bergerak di sektor produksi sepatu dan aksesoris. Perusahaan ini akan memindahkan pabriknya yang khusus untuk membuat tas tangan dari China ke Kamboja.

Selanjutnya ada Kayamatics dari Hongkong yang bergerak di sektor penyedia internet dan perlengkapannya.

“Mereka sudah memiliki dua pabrik di China tapi akan membangun jaringan produksi di Kuala Lumpur dan Penang di Malaysia,” ungkapnya lagi.

Dan terakhir ada Delta Electronics Inc. dari Taiwan yang bergerak di bidang manufaktur. Delta memproduksi komponen untuk perusahaan Apple Inc. Perusahaan ini akan ekspansi ke Thailand.

Begitu juga dengan Merry Electronics Co. yang membuat headphone untuk firma Bose Corp. Perusahaan ini akan pindahkan sejumlah produksinya dari China Selatan ke Thailand.

Dan untuk Indonesia, banyak investor asing yang berminat, namun masih dalam tahap penjajakan.

Ayung mengatakan ada sejumlah investor dari China yang akan berinvestasi di Batam. Ia belum bisa menyebut nama dan sektor usahanya karena dapat mengganggu kesepakatan investasi jika kabarnya tersebar di media sosial.

“Tapi perusahaan ini menguasai 70 persen produksi dunia dari sektor usahanya. Saya mohon sekali kepada para stakeholder dan serikat pekerja untuk bisa menjaga iklim investasi di Batam agar tetap kondusif,” katanya singkat.

Di tempat lain, Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzy mengatakan pihaknya tengah berupaya membuka mata pengusaha asal Afrika agar mau berinvestasi di Batam. Ia mengatakan dalam waktu dekat akan ada perusahaan properti besar dari Mesir akan berinvestasi sebesar 200 Juta Dolar Amerika di Tanjungpinggir Sekupang, Batam.

“Sedangkan dari Batam, pengusahanya akan menjajaki impor tegel, granit dan marmer dari Mesir. Harga murah tapi kualitasnya bagus. Jadi akan menguntungkan kedua belah pihak baik Indonesia maupun Mesir,”katanya di Hotel Radison Batamcentre, Minggu (21/10).

Mesir kata Fauzi memiliki lumbung buah-buahan yang luar biasa, meskipun wilayahnya memiliki banyak padang pasir. “Mesir itu luar biasa buah-buahanya. Jadi Batam bisa mengincar mereka untuk mendirikan pabrik pemroses buah yang kemudian bisa dipasarkan di Asia Tenggara dan China,” jelasnya.

Disamping, produk olahan ikan juga bisa dikerjasamakan. Pasarnya yakni ke Singapura karena negeri singa ini memiliki tingkat konsumsi ikan yang kuat. Hampir mencapai 90 persen.

Produk Indonesia juga sangat digandrungi di Mesir. Contohnya produk peralatan rumah tangga.”Contohnya blender, kulkas, televisi, setrika, speaker dan lainnya laku keras di Mesir. Kalau saya kasih nilai, barang Indonesia itu hanya kalah bagus dari barang Jepang dan Korea,” teganya.

Momen tersebut harus dimanfaatkan Indonesia untuk menggenjot ekspor produk tersebut menuju Mesir.

“Mesir menjadi hub barang Batam masuki pasar Afrika dan Batam jadi hub Mesir untuk masuki pasar Asia Tenggara dan China. Jadi sama-sama saling menguntungkan,” ujar suami dari Anggota DPR RI Dwi Ria Latifa.(leo)

Update