
x.batampos.co.id – Menguatnya mata uang dollar terhadap rupiah berdampak bagi pedagang barang seken di pasar seken Aviari, Batuaji. Omset penjualan pedagang menurun dratis dengan keuntungan yang sangat minim.
Ini terjadi karena harga beli barang seken di Singapura naik hingga tiga dollar perkilogram semenjak rupiah melemah. Pedagang tidak bisa berkembang sebab hasil penjualan tidak seimbang dengan modal yang dikeluarkan.
“Kalau untuk berkembang belum bisa Bang. Yang beli jauh berkurang, sudah gitu untungnya cuman sedikit. Hanya bisa bertahan dan berharap agar rupiah kembali menguat,” ujar Ramli, pedang pakain seken.
Selama dollar menguat terang Ramli, peminat barang seken menurun drastis. Pengunjung datang hanya sekedar lihat dan bertanya karena harga jual barang seken juga naik.
“Ya gimana lagi, tak mungkin juga kami jual dibawa harga beli,” ujarnya.
Harga beli barang seken di Singapura naik dua hingga tiga dollar perkilogram. Semula enam dollar kini naik jadi delapan hingga sembilan dollar perkilogram.
“Belinya per kilo di sana. Ada juga yang per karung. Naik semua rata-rata dua sampai tiga dollar selisi dengan harga sebelumnya,” kata Ramli.
Kenaikan harga barang seken ini juga terjadi pada perlengkapan sepatu dan tas. Bahkan pedagang maubel mulai beralih menjual barang baru buatan lokal sebab harga meubel seken asal Singapura naik cukup signifikan.
“Meja, kursi dan tempat tidur (seken) dari Singapura jauh lebih mahal dari pada yang baru buatan lokal, makanya sekarang lebih fokus jualan barang lokal dulu. Kalau seken jarang laku dan untungnya dikit kali,” ujar Vera, pedagang perlengkapan meubel lainnya.
Situasi yang tak bersahabat ini membuat pedagang di sana menjerit. Mereka tak bisa berbuat banyak selain bertahan dan berharap agar mata uang rupiah kembali stabil dan kuat seperti sebelumnya.
“Segala cara sudah kami lakukan. Banting harga dengan untung yang sangat sedikit sampai promosi melalui media sosial tapi tetap sepi,” ujar Vera. (eja)
