Jumat, 24 April 2026

Erdogan Sebut Khashoggi Dibunuh

Berita Terkait

x.batampos.co.id – Jamal Khashoggi merupakan korban pembunuhan berencana. Demikian kesimpulan Presiden Recep Tayyip Erdogan setelah menerima hasil investigasi Turki. Kepastian itu disampaikan Erdogan dalam pidato di hadapan anggota parlemen, Selasa (23/10).

’’Bukti menunjukkan bahwa Khashoggi adalah korban pembunuhan mengerikan. Kekejian seperti itu tidak boleh ditutup-tutupi,’’ ujar Erdogan sebagaimana dilansir Reuters.

Pemimpin 64 tahun itu menegaskan bahwa pembunuhan sadis seperti yang terjadi pada Khashoggi tidak mungkin tidak disengaja. Juga mustahil tidak direncanakan.

Sebanyak 15 warga Arab Saudi yang diduga sebagai pembunuh Khashoggi ternyata tiba di Turki dalam tiga kloter. Tiga pria pertama tiba sehari sebelum pembunuhan. Mereka menyurvei lokasi pembunuhan di Konsulat Saudi. Selain itu, mereka menyisir hutan Belgrad. Belakangan diketahui bahwa 15 pria Saudi tersebut tergabung dalam tim khusus bernama Firqat el-Nemr alias Tiger Squad.

Menurut Erdogan, tiga pria pertama tiba di Turki pada 1 Oktober. Baru keesokan harinya tim yang terdiri atas 12 orang tersebut datang dalam dua pesawat. CNN melaporkan bahwa mereka tiba pada hari yang sama, tetapi waktu yang berbeda. Tim pertama terdiri atas tiga orang dan yang kedua terdiri atas sembilan orang.

Konon, Firqat el-Nemr terbentuk setahun lalu. Total anggotanya 50 orang. Mereka adalah pria-pria pilihan yang memiliki kemampuan militer dan intelijen terbaik. Amerika Serikat (AS) mengenal pasukan elite tersebut sebagai tim yang paling loyal kepada putra mahkota Muhammad bin Salman alias MBS.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Dok. JawaPos.com)

Dalam paparannya, Erdogan menyatakan bahwa Firqat el-Nemr-lah yang merusak CCTV. Mereka menonaktifkan perangkat untuk menyimpan rekaman kamera-kamera pengawas tersebut. Itu dilakukan karena mereka sengaja ingin menghilangkan bukti.

’’Mengapa 15 orang ini bertemu di Istanbul pada hari pembunuhan? Kami ingin tahu jawabannya. Juga siapa yang memerintah mereka?’’ tanya Erdogan.

Dia juga meminta Saudi mengirim 15 terduga pembunuh Khashoggi itu ke Turki untuk menjalani pemeriksaan. Selain 15 orang tersebut, Saudi mengamankan tiga staf konsulat.

Saudi tidak mungkin mengirim 15 terduga pembunuh Khashoggi ke Turki. Sebab, salah seorang di antara mereka tewas. Nyawa Meshal Saad Al Bostani melayang dalam kecelakaan mobil secara misterius. Publik yakin pria yang terlibat dalam pembunuhan Pangeran Mansour itu sengaja dibungkam untuk selamanya. Sebab, dia menyimpan terlalu banyak rahasia MBS.

Kemarin Erdogan juga melontarkan satu pertanyaan penting yang selalu muncul saat kasus Khashoggi disinggung. ’’Di mana jasadnya? Sampai sekarang tidak ada yang tahu,’’ serunya.

Sebelumnya, Ketua Partai Patriotik Turki Dogu Perincek mengatakan bahwa potongan tubuh Khashoggi ditemukan di sebuah sumur. Sumur tersebut berada di dekat rumah dinas Konjen Saudi di Istanbul. Namun, kebenaran keterangan tersebut tidak bisa diyakini.

Meski terkesan tegas, pidato Erdogan kemarin mengundang cela. Sebab, dia tidak secara jelas menyebutkan keterlibatan MBS. Selain itu, dia tidak menyinggung sama sekali soal rekaman audio yang dikantongi intelijen Turki. Terkait kritik tersebut, Erdogan mengatakan bahwa Saudi sendirilah yang harus mengungkap pelakunya.

’’Kini kami minta otoritas Saudi untuk bekerja keras mengungkap nama-nama mereka yang terlibat, dari bawah hingga atas,’’ tegas Erdogan.

Sementara itu, Future Investment Initiative (FII) di Riyadh dibuka kemarin. Pertemuan internasional bertajuk Davos in the Desert itu akan berlangsung tiga hari. Menurut Arab News, pada hari pertama kemarin, sudah ada penandatanganan kesepakatan senilai USD 50 miliar atau setara Rp 759,4 triliun. Meski diboikot Barat, pertemuan tetap dihelat.

Secara terpisah, Direktur CIA Gina Haspel Senin (22/10) bertolak ke Turki. Presiden AS Donald Trump mengirim utusan ke Ankara untuk mengungkap fakta di balik pembunuhan tunangan Hatice Cengiz tersebut. Tugas utama Haspel ialah menelusuri jejak MBS dalam pembunuhan keji tersebut.

Sementara itu, fakta-fakta baru mulai terkuak. Sebagian besar di antaranya muncul dari rekaman CCTV gedung-gedung di sekitar konsulat. Salah satunya menunjukkan staf konsulat yang sedang membakar dokumen. Yang dibakar sehari setelah hilangnya Khashoggi itu dokumen-dokumen penting milik kolomnis Washington Post tersebut.

Sumber Middle East Eye juga mengungkapkan bahwa jemari Khashoggi yang dipotong telah dibawa ke Saudi. Itu menjadi bukti bagi MBS soal keberhasilan operasi pembunuhan. Kabarnya, penasihat MBS Saud Al Qahtani mengawasi pembunuhan keji itu lewat Skype. (sha/c4/hep)

Update