Kamis, 9 April 2026

Maksimalkan Estetika Kota Batam Melalui TSP

Berita Terkait

Foto: Putut Ariyotejo/batampos.co.id

batampos.co.id – Wajah Batam seiring berubah menuju kota metropolitan sejati, sebagai mimpi besar Pemerintah Kota Batam. Pembangunan fisik dan non fisik terus dilakukan guna menjadikan Batam sebagai kota ramah wisata. Namun proses tersebut perlu didorong dengan terobosan pendanaan lainnya yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Dalam hal ini, sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 2 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP), yang resmi dibentuk Maret lalu,” kata Ketua Forum TSP, Johanes Kennedy saat berkunjung ke Batam Pos, Senin (22/10).

Ia menjelaskan, peran Pemerintah Kota Batam adalah sebagai fasilitator antara perusahaan dan komunitas atau kelompok masyarakat yang memerlukan pendanaan dalam merealisasikan program yang didanai melalui program TSP, serta melakukan program pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Pemko mengajak pihak swasta, perbankan, BUMN dan BUMD serta berbagai bidang usaha lainnya di Kota Batam, untuk dapat berpartisipasi dan berkontribusi, bersinergi bersama membangun estetika Kota Batam melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau TSP,” terangnya.

Sekretaris Umum Forum TSP Zurniati menyebutkan, terdapat ribuan perusahaan yang ada di Kota Batam ini. Dari 2 persen dana CSR yang dianggarkan masing-masing perusahaan itu, maka jelas dapat memacu upaya percepatan pembenahan dan pembangunan Kota Batam sekaligus menstimulus sektor lain untuk turut berperan mewujudkan Kota Batam sebagai bandar dunia madani yang berdaya saing, maju, sejahtera dan bermartabat.

“Sejauh ini, kontribusi tersebut memang belum berjalan signifikan dengan masih sedikitnya pihak perusahaan yang terlibat,” ungkapnya.

Forum TSP sebagai mediator dan alat penyampai yang terjamin dan terpercaya, mengimbau agar para pelaku usaha terutama kelas atas ikut peduli dengan berpartisipasi dan berkontribusi dalam program TSP ini.

“Batam sangat memiliki potensi dari sisi alam juga olahraga. Untuk itu perlu dimulai dari pengembangan estetika kota, kegiatan olahraga, hingga destinasi baru penunjang pariwisata. Semua itu tidak terlepas dari dukungan kita bersama,” ujar Johanes mengakhiri. (nji)

Update