batampos.co.id – Waktu operasionalisasi bus Trans Batam masih dikeluhkan, terutama di siang hari.
Warga Seibeduk, Irawan, mengatakan dalam satu kesempatan bahkan ia menunggu hampir satu jam ketika ingin ke Batamcenter.
“Yang kurang dari Trans Batam ini, kalau (layanannya) yang lain bagus sih,” ucap dia, kemarin.
Warga lain, Michael, mengatakan hal yang sama.
“Pagi cepat datangnya, sesekali siang saja ngaretnya,” kata mahasiswa semester 5 Teknik Elektro, Politeknik Negeri Batam ini.
Operator koridor VI Seibeduk-Batamcenter adalah PT Suluh. CEO PT Suluh, Syam Hardi Harun, mengatakan, bus dijalankan tergantung rate yang ditetapkan pemerintah. Dalam hal ini, sehari satu bus mendapat 10 rate. Dari ketentuan inilah yang diatur oleh operator jarak waktu antara bus yang satu dengan yang lain. Jam sibuk dipercepat dan waktu senggang disesuaikan.
“Pagi kadang 5 menit sekali, di atas pukul 10.00 WIB 10 hingga 15 menit. Sore saat jam sibuk, saat orang pulang kerja kami percepat lagi,” paparnya.
Ia mengatakan, jika masyarakat menghendaki dan bisa mengajukan ke pemerintah, pada dasarnya pihaknya tak masalah dengan rate.
“Jangankan 10 rate, 20 pun bisa,” kata dia.

Dikonfirmasi, Kepala UPT Trans Batam Bambang Sucipto mengatakan, tidak ada cara lain untuk mengatur waktu antara bus yang lain dengan bus yang lain. ketentuan 10 rate sudah maksimal dan tak bisa ditambah.
“Rate sudah diatur sesuai kemampuan keuangan dan kemampuan armada,10 rate sudah maksimal,” imbuhnya.
Maka dari itu, ia mengataka penambahan armada merupakan satu-satunya jalan. Saat ini, pihaknya sedang menunggu bantuan bus 10 unit bus dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) untuk ditambahkan ke koridor-koridor yang dianggap memerlukan.
“Kini kita punya 59 bus, kalau tambah 10 lagi sudah cukup,” kata dia.
Menurut dia, normalnya waktu antara bus dengan bus lain dijalankan 20 menit saat jam sibuk dan saat lenggang sekitar 25 menit. Penambahan bus, dapat dijalankan rata-rata 15 menit.
Soal bantuan ini, kabar yang pihaknya ketahui tinggal ditandatangani oleh Menhub, diperkirakan akan dikirim paling cepat November tahun ini.
“Januari akan kami urus surat-surat kelengkapan kendaraanya, Maret sudah mulai beroperasi,” ujarnya.
Informasi yang pihaknya juga dapatkan, pengadaan ini merupakan yang terkahir dari Kemenhub, walau kebijakan kedepan mungkin saja berubah. “Sudah masuk 10 sudah sangat membantu. Ke depan kalau berkurang, kami coba usulkan di APBD juga,” pungkasnya. (iza)
