Kamis, 16 April 2026

Pemko Batam akan Libatkan Santri Dalam Setiap Kegiatan

Berita Terkait

batampos.co.id – Peringatan Hari santri Nasional Tahun 2018 Tingkat Kota Batam digelar di Dataran Engkuputri Batamcenter, Senin (22/10) pagi. Peringatan tahun kedua ini dihadiri ribuan santri se Batam, ulama, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam serta pimpinan OPD di lingkungan Kota Batam.

Yang istimewa dari upacara tersebut seluruh petugas pelaksana upacara para santri dari perwakilan pondok pesantren di Batam. Bertugas membacakan UUD 1945, Fadhilah dari Pondok Pesantren An Ni’mah, pembaca ikrar santri, Muhammad Anwar Abiyu dari Podon Pesantren Nurul Haq, pengibar bendera dari Pondok Pesantren Yahusnaya, pembawa acara, Saidatul Aulia dari Pondok Pesantren Darul Falah Batam dan Marching Band dari Pondok Pesantren Al Kautsar Batam.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi, mengatakan, santri merupakan kelompok yang cukup punya andil dalam pembangunan bangsa. Maka antara pemerintah dan santri harus bersinergi.

“Santri ini milik negara, artinya kalau milik negara harus membaur dengan pemerintah,” kata dia usai acara.

Menurut Rudi, sesuai dengan arahan presiden Joko Widodo semua elemen bangsa. Selaku pemerintah daerah, Rudi berjanji akan terus membantu setiap kegiatan santri. “Bukan hanya saat upacara ini saja, kegiatan yang lain akan kami bantu sepenuhnya,” imbuhnya.

Kepada santri, ia berharap ilmu yang didapat di pesantren dapat diaplikasi ke dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menilai, ilmu yang tersebut sangat bermanfaat untuk pembangunan bangsa.

“Ilmu yang didapat di pesantren digabung dengan (ilmu) kita, saya kira dalam pelaksanaan di lapangan bisa dipadu dan terlaksana dengan bagus sekali,” papar dia.

Dalam pesan Menteri Agama Rl Lukman Hakim Saifuddin yang dibacakan Rudi, Hari Santri merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri merupakan babak baru dalam sejarah umat Islam Indonesia.

Marching Band Pesantren Al-Kausar menunjukan kepiawaiannya menampilkan musik dan lagu yang bernuansa Islami pada acara Peringatan Hari Santri Nasional di Dataran Engku Putri Batamcenter, Senin (22/10). F. Cecep Mulyana/ Batam Pos

Berkaca pada sejarah, Hari Santri merujuk pada keluarnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang memantik terjadinya peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Resolusi Jihad adalah seruan ulama-santri yang mewajibkan setiap muslim Indonesia untuk membela kedaulatan Tanah Air dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pada kenyataannya, Resolusi Jihad itu telah melebur sekat-sekat antara kelompok agamis, nasionalis, sosialis, dan seterusnya di kalangan bangsa Indonesia yang beragam latar belakang. Resolusi Jihad telah menyeimbangkan spiritualitas individu yang bersifat vertikal (hablun minallah) dengan kepentingan bersama yang bersifat horizontal (hablun minannas) melalui fatwa ulama yang mendudukkan nasionalisme sebagai bagian dari sikap religius.

“Peringatan HSN tahun 2018 ini mengusung tema ‘Bersama Santri Damailah Negeri’ . Isu perdamaian diangkat sebagai respon atas kondisi bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, polarisasi simpatisan politik, propaganda kekerasan, hingga terorisme,” ucap Rudi sembari membaca amanat tersebut.

Hari Santri tahun ini merupakan momentum untuk mempertegas peran santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada spirit moderasi Islam di Indonesia. Dengan karakter kalangan pesantren yang moderat, toleran, dan komitmen cinta tanah air, diharapkan para santri semakin vokal untuk menyuarakan dan meneladankan hidup damai serta menekan lahirnya konflik di tengah-tengah keragaman masyarakat. “Marilah kita tebarkan kedamaian, kapanpun, dimanapun, kepada siapapun,” tutupnya.

Para peserta yang hadir kompak berbusana santri. Pejabat yang mengikuti upacarapun kompak berkain sarung, baju koko dan memakai peci layaknya para santri di Pondok Pesantren. Usai upacara dilanjutkan dengan atraksi marching band dari Pondok Pesantren Al Kautsar yang membawakan lagu Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya dan Berbuat Baik Janganlah Ditunda-tunda yang dipopulerkan oleh Bimbo. (iza)

Update