Kamis, 9 April 2026

Perum Damri Dukung Trans Batam Gandeng Angkot

Berita Terkait

batampos.co.id – Layanan Trans Batam semakin diminati. Pembenahan-pembenahan terus diupayakan oleh pihak operator. Selain memaksimalkan layanan tiket elektronik atau e-Tickting untuk memudahkan pembayaran tarif Trans Batam, operator juga selaku berkomitmen mendukung terobosan-terobosan yang dicanangkan oleh pemerintah.

Wacana akomodir angkutan kota (angkot) menjadi bagian dari layanan Trans Batam misalkan, sangat didukung oleh Perum Damri selaku operator Trans Batam di koridor satu, dua dan tiga. Wacana ini dianggap efektif untuk menata sistem transportasi yang merata di kota Batam.

“Juga untuk menghindari gesekan-gesekan sesama pengusaha jasa transporatasi di Batam,” ujar Staff operasional Perum Damri Batam, Surung Togi Pakpahan.

Selama ini angkot dan Trans Batam umumnya beroperasi di jalur yang sama sehingga sering terjadi gesekan. Layanan Trans Batam yang aman dan murah tentu berdampak bagi pengusaha angkot lain. Warga cenderung memilih Trans Batam ketimbang angkot, sehingga dengan penerapan wacana tersebut layanan transportasi di Batam tidak tumpang tindih.

“Kami mendukung karena ini bagus. Angkot tak lagi merasa tersaingi karena nantinya tentu ada pertimbangan dan kesepakatan tentang rute, mana untuk angkot dan mana untuk trans Batam,” ujar Surung.

Sesuai dengan informasi awal yang mereka terima kata Surung, dalam wacana itu Dinas Perhubungan kota Batam berencana menggandeng angkot untuk akomodir penumpang dari lingkungan perumahan ke jalan raya. Selanjutnya dari jalan raya diakomodir oleh Trans Batam.

“Itu baru wacana tapi kalau diterapkan kami sangat mendukung,” ujarnya.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Wacana tersebut juga disambut baik masyarakat pengguna jasa transportasi massal di Batuaji dan Sagulung. Selama ini masyarakat di sana cukup kewalahan mendapatkan layanan transportasi massal sebab tidak semua lingkungan perumahan masuk jalur angkot ataupun Trans Batam.

Seperti yang terjadi pada masyarakat yang berdiam di sepanjang jalan Kaveling Nato hingga Polsek Sagulung. Jalur pemukiman itu belum masuk angkot sehingga mereka harus berjalan kaki atau numpang ojek ke jalan utama R Suprapto atau jalan Dapur 12 yang merupakan jalur angkot.

“Iya harusnya seperti itu, biar angkot fokus dari kaveling atau perumahan ke jalan raya. Kalau seperti itu tentu akan berkurang juga kemacetan di jalan raya karena orang akan milih naik transportasi massal ketimbang harus bawa kendaraan sendiri,” ujar Nuraini, warga kaveling Baru, Sagulung. (eja)

Update