Minggu, 19 April 2026

Batam Masuk Prioritas Utama Pengembangan Pariwisata

Berita Terkait

Sejumlah turis asal Korea naik bus saat tiba di Pelabuhan Internasional Batamcenter, Jumat (12/10). Para turis melakukan kunjungan untuk menikmati waktu liburan ke Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Pariwisata akan fokus mengembangkan pariwisata di daerah cross border atau per­batasan 2019 mendatang. Yang mana, Batam adalah daerah utama yang masuk da­lam program pengemba-ng­an pariwisata.

”Semua ne­gara-negara di dunia ini yang me­miliki tingkat pariwisata ter­tinggi adalah negara-negara dengan kategori cross border. Nah, di Kepri khususnya Batam (potensinya) belum terolah de­ngan baik,” kata Kepala Bir­o Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti di Jakarta, Rabu (24/10) lalu.

Guntur mengatakan, untuk mewujudkan rencana ini, anggaran yang minim tidak boleh menjadi alasan. Pola pikir harus dibalik. Menurutnya, yang paling utama adalah kebijakan dan rencana yang matang lebih dulu, baru berbicara anggaran.

”Jadi, anggaran kita menganut function follow money, bukan money follow function. Rencana dibuat, anggaran dicari dan akan datang sendiri. Pola seperti ini yang harus dicari,” katanya.

Artinya, pemerintah harus menyusun grand strategi terle­bih dulu. Menurutnya, kalau ren­cana kuat maka akan lebih gam­pang mencari anggaran. Ada beberapa sumber angga­ran dari APBN, APBD dan pi­hak swasta atau bahkan dari mas­yarakat.

”Banyuwangi me­m­­berikan contoh yang baik ba­gi kita. Dimana pariwisata tu­­­m­buh dan berkembang di sa­na berbasis komunitas,” kata­n­ya.

Model seperti itu bisa diadopsi dengan cara yang berbeda di Kepri. Kementerian Pariwisata akan mengambil bebera-pa langkah untuk mewujudkan ini di 2019 dalam mewujudkan border tourism.

”Salah satunya adalah event. Tetapi yang paling utama yang men­jadi tugas daerah adalah men­ciptakan rasa aman dan nya­man,” tambahnya.

Menurut Gu­ntur, Batam adalah daerah pa­riwisata yang memiliki en­try point terbanyak di Indone­sia bagi wisatawan. Mulai dari pelabuhan laut dan ban­da­ra. Dan ini menjadi modal be­sar bagi Batam seba-gai daerah perbatasan.

”Jadi, bagaimana kita akan mendorong provinsi dan kabupaten/kota untuk menyelenggarakan event-event internasional yang melibatkan industri, dan masyarakat.

”Kebijakan strategis kedua adalah tourism hub. Dimana, pemerintah tidak lagi berpromosi langsung ke negara-negara luar.

Tetapi sudah dipetakan tiga negara yang bisa sebagai tempat pengalihan wisatawan ke Indonesia yakni Singapura, Malaysia dan Thailand. ”Kita akan jorjoran di tourism hub ini. Bagaimana para turis imengalihkan perjalanannya ke Indonesia, terutama tourism board,” katanya.

Kebijakan terakhir adalah Low Cost Carry Terminal (LCCT), yakni bandara memberi insentif kepada wisatawan. Misalnya, dengan memberi kemurahan tiket yang bekerja sama dengan pihak maskapai.

”Akan diberikan insentif bandara kepada turis. Dan ini sangat bagus menurut saya,” pungkasnya.(ian)

Update