Selasa, 7 April 2026

Murid SDN 013 Terpaksa Belajar di Musala Kekurangan Ruang Kelas Sejak 2015

Berita Terkait

Guru SDN 013 Tembesi, Sagulung Kusmayanti mengajar murid kelas satu di musola SDN 013 Sagulung, Kamis (25/10). Belajarnya murid kelas satu ini di musola karena kekurangan lokal sekolah tersebut. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Murid kelas satu dan dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) 013 Sagulung di Tembesi, terpaksa harus mengikuti proses belajar di musala sekolah. Puluhan murid tersebut juga menjalani aktivitas belajar dengan duduk di lantai tanpa karpet, sehingga sangat rentan terhadap kesehatan mereka.

Pemanfaatan musala untuk aktivitas belajar mengajar karena hingga kini SD tersebut masih kekurangan ruang kelas. Kepala SDN 013 Sagulung, Basoni menyebutkan jumlah muridnya mencapai 1.200 orang, sedangkan lokal atau ruang kelas yang tersedia hanya 15 ruangan.

Basoni menyatakan bahwa murid-murid yang berlajar di musala adalah kelas satu dan dua. Jumlahnya 49 murid. Kebijakan tersebut diambil karena sekolah masih kekurang lokal.

”Tak cukup ruangan kelas. Sebagian sudah masuk siang (double shift) tapi masih tak mencukupi, sehingga ada yang belajar di musala seperti ini,” ujarnya, Kamis (25/10).

Kekurangan ruang kelas tersebut sudah terjadi sejak 2015 lalu. Menurut Basoni setiap tahun peminat untuk masuk SDN 013 cukup banyak, sehingga pihak sekolah sering kawalahan. Sebab anak-anak yang diakomodir tidak hanya dari Kelurahan Tembesi tapi juga Seilangkai.

”Seilangkai belum ada sekolah (SD Negeri) makanya larinya ke sini (SDN 013, red),” ungkap Basoni.

Basoni menambahkan, sekarang di Kelurahan Tembesi terdapat enam SD Negeri. Sedangkan Kelurahan Seilangkai yang memiliki penduduk lumayan padat belum memiliki SD Negeri. Belum lagi pembangunan perumahan terus bertambah.

”Kenapa lahan untuk membangun sekolah tidak diusahakan. Anak-anak mau sekolah di mana. Karena hanya ini (membangun sekolah baru, red) untuk solusi mengatasi polemik keterbatasan ruang kelas setiap tahunnya,” tegasnya.

Basoni mengungkapkan, meskipun harus belajar di musala namun aktivitas belajar mengajar tetap berjalan semestinya. Memang diakuinya, aktivitas belajar mengajar di musala tidak senyaman di ruangan kelas namun mereka tak punya pilihan lain. Mereka berharap agar pemerintah dapat segera merespon persoalan itu dengan menambahkan ruangan belajar bagi murid-murid SDN 013.

”Ini kan tempat ibadah, jadi kalau dipakai untuk belajar dapat mengganggu murid lainnya yang akan menjalankan ibadah,” terangnya.(eja)

Update