Jumat, 3 April 2026

Jukir Menjamur, Pengunjung Keberatan

Berita Terkait

ilustrasi
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Penarikan biaya parkir tanpa karcis pada pusat keramain terus bertambah di Batuaji dan Sagulung. Juru parkir baik yang berseragam ataupun tidak berseragam menjamur hampir di seluruh tempat keramaian seperti komplek pertokoan, bank, mesin ATM bahkan taman.

Kawasan pertokoan Tunas Regency, Sagulung misalkan kini sudah dijaga oleh sejumlah jukir. Padahal sebelumnya kawasan yang juga dijadikan taman bermain bagi masyarakat Batuaji dan Sagulung itu bebas biaya parkir. Pengunjung yang datang dengan kendaraa merasa tak nyaman sebab tidak bisa bergerak bebas lagi seperti sebelumnya. Jika bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain dalam komplek yang harus bayar lebih dari sekali.

“Inilah yang disesalkan. Kalau mau narik parkir sebaiknya bikin portal (parkir) seperti di Mal saja. Kalau beginikan jadi tak nyaman kita. Parkir bentar bayar, terus pindah ke toko lain bayar lagi,” keluh Handara, warga kaveling Saguba, Jumat (26/10).

Situasi serupa juga dikeluhkan pengunjung deretan ruko simpang pasar Sagulung. Sebelumnya kawasan tersebut bebas biaya parkir, namun belakangan sudah dijaga oleh sejumlah jukir. Warga sebenarnya tidak keberatan dengan penarikan biaya parkir tersebut, namun karena tidak diberi karcis parkir masyarakat merasa diberatkan dasn direpotkan, sebab harus bayar lagi jika berpindah tempat parkir sekalipun dalam komplek yang sama.

“Lagian sekarang ada aturan parkir dibawa 15 menit. Apa salahnya kalau lokasi-lokasi seperti ini juga diterapkan sehingga berlaku adil. Ini masuk parkir sebentar saja ke ATM keluar-keluar sudah ditodong tukang parkir. Pindah ke toko sebelah ditodong lagi kan jadi repot,” keluh Susanti, warga lainnya.

Lokasi penarikan parkir oleh jukir yang tidak dilengkapi dengan karcis ini terlihat merata diseluruh pusat keramaian di Batuaji dan Sagulung. Selain dua lokasi terbaru diatas, pertokoan dan ruko di kelurahan Buliang, Bukit Tempayang, Batuaji juga ramai dijaga oleh jukir.

Kondisi ini bertentangan dengan kebijakan-kebijakan parkir yang dikeluarkan pemerintah. Aturan drop off yang sudah diberlakukan misalkan, belum berjalan maksimal di Batuaji dan Sagulung. Padahal disana banyak sekali penarikan biaya parkir. Aturan drop off baru berlaku di Aviari Mall saja. Masyarakat berharap agar pemerintah kembali meninjau sistem parkir di sana agar tidak tumpang tindik dan tepat sasaran. (eja)

Update