Rabu, 8 April 2026

Pasokan Gas Berkurang, Sabtu – Minggu Bisa Saja Terjadi Pemadaman Listrik, Dimulai Pukul …

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Kegiatan pemeliharaan (maintenance) sedang dilakukan PT Conoco Philips Grissik Line (CPGL), sebagai pemasok gas terbesar di Indonesia. Pemeliharaan di beberapa sumur yang ada di wilayah kerja Sumatra Selatan itu berakibat sumur tidak bisa melakukan proses produksi.

“Prosesnya dimulai pukul 00.00 WIB Sabtu (27/10) hingga 23.00 WIB Minggu (28/10),” kata Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam, Amin Hidayat, Jumat (26/10/2018).

Terhadap aktivitas rutin di setiap tahun tersebut, Amin mengaku PGN Batam telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan optimasi pada sistem jaringan.

“Kami juga membuat manajemen gas dengan skema memaksimalkan jumlah gas yang ada di line pack, sehingga meminimalisir dampak dari berhentinya proses produksi sumur selama dua hari itu,” terangnya.

Dalam hal ini, pihaknya memastikan kebutuhan gas untuk wilayah Batam tetap tercukupi yang menyalurkan gas bagi pembangkit listrik, industri, pelanggan komersil dan rumah tangga di wilayah Batam dengan melakukan sistem kuota.

“Salah satu yang paling berdampak terhadap penurunan pasokan gas ini adalah PLN Batam,” sebut Amin.

Konsumsi gas PLN Batam yang setiap harinya 27 BBTUD akibat adanya pemeliharaan ini mengakibatkan berkurangnya pasokan gas ke PT PLN Batam menjadi kurang lebih 23 BBTUD, hal ini juga yang menyebabkan berkurangnya daya mampu pembangkit PLN Batam.

Manajer Humas Bright PLN Batam, Bekti Panggabean mengaku hal tersebut sudah diketahui jauh hari, bahkan sebulan sebelum maintenance sudah mulai di informasikan kepada konsumen. “Karena pasokan gas menurun, maka jatah untuk PLN pun berkurang. Jadi kemungkinan terburuknya, akan terjadi pemadaman bergilir yakni di pukul 10.00 WIB dan/atau 22.00 WIB,” papar Bekti.

Pemadaman itupun diperkirakan berlangsung sekira 1 sampai 1,5 jam. Ia menambahkan, keadaan tersebut akan tidak berdampak signifikan karena pihaknya juga berupaya mengantisipasi, dengan memaksimalkan pembangkit diesel yang ada.

“Kami akan tetap mengusahakan agar pemdaman itu tidak terjadi. Namun, untuk hal terburuknya (pemadaman) sudah kami informasikan lebih dulu,” ujarnya. (nji)

Update