Senin, 13 April 2026

Anak Buah bu Sri Mulyani Menumpang Lion Air JT 610 yang Jatuh

Berita Terkait

x.batampos.co.id – Pegawai Kementerian Keuangan menjadi penumpang Pesawat Lion Air yang diperkirakan jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Senin pagi (29/10/2018).

12 di antaranya merupakan pegawai Kantor Pusat Pajak (KPP) Pratama Bangka dan KPP Pratama Pangkal Pinang.

“Data sementara memang ada 12 pegawai kami yang berada di pesawat tersebut,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama kepada Jawapos.com di Jakarta, Senin (29/10).

Data sementara menyebut ada 20 orang pegawai yang terdiri dari 3 pegawai KPKNL Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), 5 pegawai KPPN dan Kanwil Ditjen Perbendarahaan serta 12 pegawai KPP Ditjen Pajak di Bangka dan Pangkal Pinang.

Hestu menuturkan mereka memang bertugas di KPP Pratama Pangkal Pinang dan KPP Pratama Bangka. Namun, tempat tinggal dan keluarga mereka di Jabodetabek.

“Jadi akhir pekan biasanya mereka pulang, minggu malam atau senin pagi terbang ke Pangkal Pinang,” terangnya.

Ia pun merasa prihatin dan meminta doa supaya mereka dan penumpang lainnya bisa selamat.

“Mohon doanya supaya mereka dan penumpang lainnya bisa selamat,” kata dia.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Frans pun membenarkan, kabar terdapat sejumlah pegawai kementerian keuangan (Kemenkeu) yang berada di bawah pimpinan Menteri Sri Mulyani itu berada di pesawat tersebut. Dari data sementara yang dikumpulkan ada 20 orang

“Terdiri dari 3 pegawai KPKNL (Ditjen Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) , 5 pegawai KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ) dan kanwil ditjen perbend dan 12 pegawai kpp ditjen pajak di Bangka dan Belitung,” ujar Frans saat dihubungi oleh Jawapos.com, Senin (29/10).

“Nama-nama yang beredar masih kami konfirmasi dengan manifes pesawat,” tandasnya.

Pesawat Lion Air type B737-8 Max itu hilang kontak pada 29 Oktober 2018 sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat terakhir terlacak oleh radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Pesawat ini take off pada 06.10 WIB dan dijadwalkan akan tiba pada 07.10 WIB.

Sebelumnya, dalam keterangan resmi dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, disebutkan bahwa pesawat sempat meminta return to base atau kembali ke bandara semula sebelum akhirnya hilang dari radar.

Saat ini Kemenhub berkoordinasi dengan BASARNAS, Lion Air serta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Perum Airnav melakukan kegiatan pencarian pesawat. “Kami tetap masih mengklarifikasi dan berharap kemungkinan kemungkinan terbaik selalu kita doakan,” kata Menhub Budi.

(mys/uji/JPC)

Update