x.batampos.co.id – Kongres Bahasa Indonesia XI dihelat Minggu (28/10). Dalam acara lima tahunan itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menekankan pemakaian Bahasa Indonesia di tempat publik. Selain itu, sejumlah pegiat bahasa dan sastra mendapatkan penghargaan atas dedikasinya.

”Kalau rambu di ruang publik tidak menggunakan Bahasa Indonesia, maka silakan ditegur,” kata Muhadjir dalam sambutannya.

Dia mengatakan bahasa asing atau bahasa daerah boleh digunakan. Namun sifatnya melengkapi Bahasa Indonesia.

Untuk pengawasan ini, Muhadjir menyarankan agar pemerintah daerah turut aktif. Misalnya saja untuk memberikan ijin pembangunan, harus memiliki perjanjian agar selalu menggunakan Bahasa Indonesia.

”Amanah undang-undang tidak hanya pusat saja yang melakukan perlindungan. Namun ruang publik ini ranahnya daerah,” ucapnya.

Dia mengaku juga telah mengintruksikan guru Bahasa Indonesia untuk menguasai bahasa daerah dan bahasa asing. Menurut Muhadjir hal ini bertujuan agar guru bisa menjadi penghubung antara pengetahuan daerah atau pengetahuan dari luar negeri.

Sejauh ini Provinsi DKI Jakarta telah menjadi contoh. Misalnya saja dengan menggunakan istilah Indonesia untuk fasilitas publik. Sebut saja Mass Rapid Transit (MRT) yang diubah menjadi Moda Raya Terpadu. Akronim alat transportasi tersebut sama.

Kepala Badan Bahasa Kemendikbud Dadang Sunendar menjelaskan, pihaknya telah melakukan beberapa upaya agar ruang publik ramah Bahasa Indonesia.

Yang dilakukannya antara lain bekerja sama degan dinas dan badan terkait yang berada di daerah. Dalam temuannya, ada beberapa kesalahan dalam Berbahasa Indonesia.

”Badan Bahasa sudah memperbaiki Bahasa Indonesia di ranah publik, pelestarian bahasa daerah, dan menyarikan bahasa asing,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan Kongres Bahasa Indonesia XI diluncurkan beberapa produk kebahasaan dan kesastraan. Sebut saja Kamus Besar Bahasa Indonesia Braille, buku Bahasa, dan Peta Bahasa, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Daring, Korpus Indonesia, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Daring, dan Aplikasi Senarai Padanan Istilah Asing (SPAI).

Selain itu, akan diberikan sejumlah penghargaan, yaitu Adibahasa, Penghargaan Sastra, Anugerah Tokoh Kebahasaan, Duta Bahasa Nasional 2018, dan Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional 2018. (lyn/jpg)