x.batampos.co.id – Pemkab Lingga juga mengrim 16 putra tempatan menimba ilmu ke Politeknik Pembangunan Pertanian Malang selama enam bulan.
“Program ini dengan tujuan, pada tahun ajaran baru anak daerah kita dapat mengikuti perkuliahan dengan program Pemerintah,” kata Alias Wello ketika melepas keseluruhan anak yang diutus mengikuti program magang ini di Gedung Daerah, Dabo Singkep, Senin (29/10) pagi.
Bupati yang akrab disapa Awe ini juga mengatakan, Pemkab Lingga telah berhasil menempuh dan menembus sejumlah keterbatasan setelah Pemerintah Pusat memberikan perhatian kepada Pemkab Lingga yang memang memiliki potensi alam.
Bahkan, sambung Awe, berkat kerja keras Pemkab Lingga, saat ini Pemerintah Kabupaten Lingga satu dari delapan Kabupaten yang ada di Indonesia mendapat predikat daerah ketahanan pangan bagi kawasan perbatasan.
“Dari ratusan Kabupaten yang ada hanya delapan yang terpilih dan salah satunya Kabupaten Lingga sebagai daerah ketahanan pangan kawasan perbatasan,” kata Alias Wello.
Dengan demikian, diharapkan bantuan terus mengucur dari pusat, baik kebijakan sarana pertanian dan sebagainya. Bahkan saat ini, Lingga kewalahan dengan ketersedian SDM anak tempatan yang memang layak dalam meningkatkan mutu pertanian dan bidang lainnya yang sesuai dengan program andalan Pemkab Lingga.
Untuk itu, Alias Wello meminta kepada peserta didik yang akan mengikuti program pendidikan magang pertanian di Malang agar lebih giat dari anak daerah lain dalam hal menuntut ilmu, solid bersama teman se-daerah dan berlomba untuk membanggakan Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.
“Tidak mudah untuk mendapatkan semua program yang ada, ini menjadi peluang baik bagi anak tempatan untuk menambah ilmu dan meningkatkan mutu,” ujarnya.
Keseluruhan peserta yakni 7 pria dan 9 wanita ini untuk mengikuti program pendidikan magang mendapat bantuan dana dari Kabupaten Lingga, bantuan dana dari APBD Lingga termasuk biaya ongkos keberangkatan siswa hingga uang saku sebesar Rp 1,5 juta setiap bulan. (wsa)
