Jumat (26/10) lalu, saya kedatangan tamu istimewa. Dia masih sangat muda. Tapi punya tanggung jawab luar biasa.

Sosok muda itu adalah Jeffri Salam Khoo. Usianya masih 27 tahun. Baru menikah pula. Di usianya yang masih hijau, beliau sudah mendapat amanah maha berat. Menjadi Komisaris sekaligus Direktur Keuangan PT Mega Buana Indah, pengelola Edukits School & Stationery Supplies.

Waktu itu kami janjian pukul 15.00 WIB di kantor Batam Pos, Gedung Graha Pena Lt 2 Batam Center. Namun saya molor 18 menit karena sebelumnya ada janji temu dengan Direktur BPR Dana Nusantara, Bapak Iie Slamet di kawasan Nagoya. Karena mepet, saya harus memacu kendaraan.

Pikir saya, jangan sampai janji dengan pemuda hebat ini batal.

Alhamdulillah, saya berkesempatan bertemu. Sungguh luar biasa. Karena saya yang baru berusia 31 tahun, bertemu dengan direktur yang lebih muda. Hehehehehe.

Perjumpaan kami memang sekilas. Hanya beberapa jam. Karena beliau hendak berangkat ke Tiongkok untuk survei tren pasar. Sekaligus belanja merchandise Edukits.

Saya begitu tertarik dengan kegesitan dan kenekatannya. Beliau menyampaikan, pernah mempromosikan dart game ke Batam. Semacam permainan lempar panah berukuran kecil. Untuk mempromosikannya butuh bertahun-tahun.

Awalnya susah. Butuh modal besar. Tapi semangat pantang menyerahnya itu yang patut diacungi jempol. Lewat perjuangannya, dart game jadi populer. Selepas itu, banyak peminat. Kalau sudah begitu, yang cari barangnya banyak. Dan, hebatnya ada di Edukits.

Tak sampai di situ. Jeffri juga berencana mendatangkan climbing rock wall. Arena panjat dinding. Menurutnya, di Batam harus ada. Saya sendiri kurang tahu apakah di Batam sudah ada atau belum. Yang pasti, dari situ bisa melahirkan atlet berbakat.

Untungnya, saya punya beberapa referensi. Saya kasih contoh di beberapa tempat di Kaltim, tepatnya di Samarinda, Tenggarong, dan Bontang. Khusus di Samarinda dan Tenggarong, climbing rock wall dibangun di pinggir Sungai Mahakam. Tepat di kawasan pedestrian kota. Kalau di Bontang dibangun di kawasan olahraga Bessai Berinta.

Setidaknya bisa kasih masukkan. Bisa berbagi pengetahuan. Apalagi, Jeffri mengambil sampel di Jakarta. Tidak ada salahnya menambah referensi lain.

Gagasannya mendatangkan climbing rock wall ke Batam tentu bukan tanpa alasan. Bukan pula tanpa perhitungan. Beliau ingin mempopulerkan olahraga ini. Saya pun siap mempromosikan “mainan” baru ini.

Ternyata bukan hanya mengurusi Edukits. Jeffri juga menjalankan bisnis baru. Ada banyak. Ada juga sekolah wisata dan kuliner. Beliau jalani semua dengan tekun. Bahkan, beliau pernah gagal ketika menggarap bisnis kuliner. Namun tetap bangkit.

Banyak gagasan dan ide muncul. Apa yang dilakukan Jeffri setidaknya memberi contoh bahwa anak muda bisa berkarya. Bahwa anak muda bisa menanggung beban kerja yang luar biasa beratnya.

Era sekarang merupakan tantangan bagi anak muda. Mindset untuk menjadi pekerja mesti dihilangkan. Harus berusaha mandiri. Berani berkarya. Tidak takut mengambil risiko. Kalau perlu, ciptakan lapangan kerja bagi masyarakat luas.

Kata guru saya, Dahlan Iskan: “Setiap orang punya jatah gagal. Habiskan jatah gagalmu ketika masih muda”.

Jeffri adalah satu dari sekian contoh anak muda yang sukses. Yang berpikiran maju.

Menolak untuk menyerah. Sangat patut kita teladani. Saya pun siap berguru dengannya.
So, buat anak muda Batam, teruslah berusaha. Jangan pernah minder atau takut melakukan hal baru. Ambil tanggung jawab seberat apapun. Karena, di situlah kita ditempa. ***

Yuk Baca