
batampos.co.id – Pengembangan Pulau Pertanian oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam di Pulau Subang Mas dan Pulau Kenon masih membutuhkan waktu.
Waktu ini diibaratkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam Mardanis dengan satu periode kepemimpinan kepala daerah.
”Atau paling tidak tiga sampai empat tahun. Tapi hitungan kami, tiga tahun baru tanahnya saja, belum infrastruktur,” kata dia, kemarin.
Hal ini merujuk pada kondisi keuangan sekarang, sementara jika Pemko Batam komit terkait pendanaan, Mardanis justru memperkirakan dua tahu tuntas.
Ia menerangkan, mempersiapkan lokasi ini tidak semudah membalikkan telapak tangan jika tidak didukung dengan pendanaan yang sesuai.
”Dana yang dibutuhkan sekitar Rp 50 miliar, itu sudah sama pelabuhannya,” imbuhnya.
Kini, di Subang Mas sedang tahap pengukuran. Hitung-hitunganya, tahun ini kajian dan pengukuran, analisa harga tanah untuk keperluan ganti rugi, selanjutnya tahap ganti rugi, selanjutnya pembangunan infrastruktur.
”Untuk dana yang dikeluarkan tak banyak lah sekarang, karena hanya ukur-ukur dulu kan,” ucap dia.
Ditanya keyakinannya, akan program tersebut. Mardanis mengungkapkan, program ini merupakan salah satu program yang sudah masuk rencana strategis Pemko Batam.
”Ini kan program pimpinan. Tentu kita ingin lahan pertanian yang resmi,” ujarnya.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan kendala kini ada di persoalan lahan yang belum bisa dibebaskan. Susah untuk dibebaskan karena sudah dikuasai warga. Dengan kata lain, Pemko Batam dihadapkan pada persoalan pengakuan warga atas tanah tersebut.
”Rupanya tanah itu sudah dikuasai orang, setengah mati mau dibebaskan,” imbuhnya.
Rudi mengaku tidak pesimis rencana tersebut tidak akan terealisasi. Menurut rencana tersebut akan terwujud dan ini hanya persoalan waktu.
“Pelan-pelanlah. Nanti kalau mau pakai duit negara akan jadi masalah, saya tidak mau terlibat hukum, maka proses-nya pelan-pelan,” paparnya.
Ia mengatakan, proses penyiapan sentra pertanian tersebut akan terus berproses. Menurut dia, yang terpenting pihaknya telah meleltakkan terlebih dahulu ide dasar upaya peningkatan ketahanan pangan tersebut.
”Sambil berjalan saja, punya ide kan boleh, yang penting blue print sudah saya siapkan, perencanaan saya sudah siapkan tinggal menunggu waktu saja,” ucap dia. (iza)
