Jumat, 17 April 2026

Insan Pariwisata Indonesia Kepri Gelar Table Top di Batam

Berita Terkait

Wali Kota Batam Muhammad Rudi saat hadir di acara Kepri Travel Mart 2018 di Pacific Palace Hotel, Batam, Selasa (30/10).
f. humas pemko batam untuk batam pos

batampos.co.id – Sebanyak 150 pelaku usaha wisata dalam dan luar negeri berkumpul di Pacific Palace Hotel Batam, Selasa (30/10). Mereka datang dalam acara Table Top di rangkaian Kepri Travel Mart 2018.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Insan Pariwisata Indonesia (DPW IPI) Kota Batam, Dedi Subuhi mengatakan kegiatan Kepri Travel Mart ini berlangsung dari 29 Oktober sampai 1 November.

”Rangkaiannya yaitu pelantikan pengurus DPW IPI Batam dan DPW IPI Bintan 2018-2021. Kemudian Table Top, dan Fam Trip ke Bintan dan Johor,” kata Dedi.

Pada kegiatan Table Top, seba-nyak 50 insan pariwisata ber-peran sebagai seller (penjual). Sementara 100 lainnya sebagai buyer atau pembeli.

Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Bali, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Belitung, Medan, Lampung, dan Jambi. Serta peserta dari luar nege-ri seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Table Top menghadirkan pelaku usaha wisata. Di antaranya, hotel dengan berbagai layanan dan fasilitas. Kemudian agen perjalanan wisata, penyedia transportasi wisata, hingga toko oleh-oleh khas Batam.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyambut baik kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha wisata ini. Apalagi Batam saat ini sedang gencar mengembangkan dunia pariwisata yang dimulai dengan pembenahan infrastruktur.

”Mungkin sekarang belum sempurna. Tapi 2025 seluruh jalan utama akan diselesaikan, semua jadi lima lajur. Dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) saya, wisata jadi tujuan. Karena industri hari ini sudah tidak zamannya lagi, sudah sepi,” kata Rudi.

Menurutnya, Batam tidak memiliki keistimewaan seperti destinasi wisata lain di Indonesia.

”Di Batam yang bisa saya promosikan adalah kulinernya. Karena daerah kepulauan, seafood (makanan laut) tak usah khawatir, semua baru, harga mungkin lebih murah,” ujarnya.

Sementara untuk tujuan wisata, saat ini sedang dibangun resort di pulau. Sudah ada dua sampai tiga pulau yang diberi izin. Targetnya selesai dalam empat tahun.

”Resort-nya terpisah dari Batam. Jadi menyendiri. Kalau golf, di sini surganya. Lapangan banyak sekali. Jadi, silakan datangkan wisatawan ke Batam,” katanya. (rna)

Update