Senin, 6 April 2026

BP Batam akan Sediakan Lokasi Buat Industri Smartphone

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Batam sebagai lokasi khusus untuk industri pensuplai komponen smartphone tengah direncanakan Badan Pengusaha (BP) Batam. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem industri smartphone yang berkelanjutan disini.

“Saat ini PT Satnusa Persada merakit beberapa merk smartphone. Tapi komponennya masih datang dari luar. Sehingga jika pemasok komponen smartphone bangun pabrik disini, akan lebih efektif,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah TUwo belum lama ini.

Batam memiliki lokasi strategis karena berada di Selat Malaka. Tiap tahun paling sedikit enam ribu pelayaran melewati selat ini, bahkan lebih tinggi dibanding arus pelayaran dari Terusan Suez dan Terusan Panama.

Infrastruktur juga cukup memadai untuk menunjang aktivitas industri. Sehingga dapat menciptakan iklim investasi yang positif bagi industri smartphone untuk tumbuh.

Makanya BP Batam dibantu para pengusaha tengah berusaha merayu 24 industri pemasok komponen smartphone agar mau membuka pabriknya di Batam. Dengan demikian, maka produksi bisa lebih cepat dan biaya produksi lebih murah karena jarak antara pabrik smartphone dan pemasok komponennya semakin dekat.

Selain itu, pasar Indonesia juga sangat luas. Hal ini dinilai dapat menjadi peluang bagi perusahaan-perusahaan smartphone untuk mengembangkan bisnisnya di Batam. Maka itu pihaknya berharap banyaknya keunggulan yang ada di Batam bisa menjadi daya tarik perusahaan-perusahan pemasok komponen smartphone agar membangun pabriknya di Batam.

Sebelumnya, perusahaan smartphone asal China, Xiaomi juga melihat peluang yang besar untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia termasuk Batam. Karena itu untuk meningkatkan jumlah produksinya, Xiaomi mengajak 24 perusahaan pemasok komponennya untut serta memperluas usahanya di Batam.

Head Of Xiaomi South Pasific Region and Xiaomi Indonesia Country Manager, Steven Shi mengatakan perusahaannya tersebut merupakan produsen smartphone terbesar keempat di dunia. Menurut dia, saat ini telah tersebar di 70 negara dan sekitar 15 diantaranya Xiaomi telah merajainya sebagai smartphone nomor satu.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat aktif dan punya potensi untuk maju. Karena itu saya mengajak perusahaan supplier untuk ikut serta berinvestasi di Batam,” kata Steven Shi beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pada 2017 Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat nilai investasi sebesar lebih dari USD1,5 miliar yang berasal dari 73 proyek investasi di Pulau Batam. Bila seluruh pemasok komponen ponsel pintar secara global turut berinvestasi di tempat ini, nilai investasi yang dihasilkan dapat mencapai 315 juta Dolar Amerika dan mammpu menyerap lapangan kerja bagi 10.000 orang.(leo)

Update