
batampos.co.id – Menghadapi bonus demografi pada 2030–2045, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan perlunya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM). Banyaknya anak muda atau yang biasa disebut kalangan milenial bisa berdampak positif pada perekonomian.
’’Generasi muda memiliki cara tersendiri dalam meng-hadapi masalah,’’ ungkap Sri Mulyani, Rabu (31/10).
Berdasar pertumbuhan penduduk, Indonesia diproyeksikan menjadi negara yang didominasi anak muda produktif. Mereka akan masuk ke pasar tenaga kerja, serta pasar yang inovatif dan kreatif.
’’Ini kesempatan untuk memajukan Indonesia,’’ katanya.
Menyikapi potensi tersebut, kualitas dari pemuda harus disiapkan.
’’Sebelum mereka tua, Indonesia memberikan jaminan sosial,’’ terangnya.
CEO Tokopedia, William Tanuwijaya menuturkan, sebagai negara kepulauan, pekerjaan rumah pemerintah Indonesia adalah pemerataan pembangunan.
Teknologi ibarat infrastruktur yang juga bisa menjadi solusi bonus demografi. Dia mencontohkan salah seorang korban tsunami di Aceh yang bangkit berjualan keripik melalui marketplace.
’’Ini potensi. Teknologi adalah harapan Indonesia untuk melompat,’’ tuturnya.
Inspektur Jenderal Kemenkeu Sumiyati menyebut bonus demografi seperti pisau bermata dua. Menjadi peluang sekaligus tantangan. Usia produktif bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
Namun, jika negara tidak siap, tingkat pengangguran bakal bertambah.
’’Lapangan kerja yang terbatas justru menambah beban negara,’’ paparnya.
Untuk mencegahnya, fokus pemerintah adalah investasi pada sumber daya manusia. Mempersiapkan tenaga kerja yang berkualitas dengan pendidikan dan fasilitas memadai.
’’APBN disusun demi mencapai Indonesia Emas 2045,’’ katanya. (nis/c14/oki/jpg)
