
batampos.co.id – Ada yang tak biasa pada Rabu (31/10) di Gedung Marketing BP Batam. Jika biasanya BP mendapat kunjungan dari investor dan pengusaha, kali ini BP kedata-ngan tamu yakni para petani bunga hias yang tergabung dalam Forum Komunikasi Petani Seitemiang.
”Kami ingin menyampaikan terkait permasalahan yang dihadapi juga harapan-harapan ke depan,” kata salah seorang petani, Sukarjo, Kamis (1/11).
Sukarjo mengatakan pihaknya meminta BP Batam agar dapat memfasilitasi pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pertanian di Seitemiang.
”Kami sebenarnya mendukung jika BP Batam ingin mengembangkan kawasan Agromarina di Temiang menjadi sentra pertanian terpadu,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Direktur Pemanfaatan Aset BP Batam Dendi Gustinandar mengatakan pihaknya akan mengakomodir keinginan petani sesegera mungkin. Apalagi peran petani sangat penting dalam mengembangkan Agromarina Temiang.
”Dulunya kawasan tersebut memang pengembangan kawasan industri pertanian terpadu dan sudah ada master plan-nya sejak 2004 yang disusun bersama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB),” ungkapnya.
Namun, karena keterbatasan daya dukung lahan, kurangnya unsur hara, kondisi tanah yang cenderung asam, dan keterbatasan air di musim kemarau menjadi sejumlah kendala dalam mengembangkannya.
”Tapi ini menjadi tantangan untuk mengembangkan pertanian di sana. Meskipun begitu, perlu ditambah kegia-tan yang punya nilai tambah tinggi,” ujarnya.
Makanya master plan terbaru telah disempurnakan pada tahun 2014 bekerja sama dengan Universitas Indonesia. Tujuannya adalah mengembangkan Agromarina Seitemiang jadi kawasan destinasi wisata.
”Dari pertemuan ini juga, telah disepakati pertemuan rutin tiga kali dalam sebulan untuk mencari jalan keluar dari permasalahan dan kesulitan para petani,” katanya.(leo)
