Senin, 6 April 2026

Pelajar SMK Ikuti Penguatan Pendidikan Karakter

Berita Terkait

batampos.co.id – Sebanyak 300 siswa dari tujuh SMK di Kota Batam ikut pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Pelatihan dilaksanakan di SMK I Batam di Batuaji. Pelatihan yang didanai oleh pemerintah pusat ini bertujuan untuk menguatkan karakter siswa sebagai calon generasi penerus bangsa yang cinta NKRI, memusuhi narkoba dan paham radikalisme serta junjung tinggi kesatuan dan persatuan Bangsa.

Ketua panitia pelaksana pelatihan Muhammad Hudawi dari SMKN I Batam menga-takan, pelatihan ini berlangsung selama empat hari. Dimulai, Kamis (1/11). Materi pelatihan meliputi kepemim-pinan, kepramukaan, anti radikalisme, antinarkoba dan cinta NKRI dengan mengha-dirkan narasumber yang berkom­peten.

”­Pemateri dari Kesbangpol dan Linmas Kota Batam, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kodim 0316 Batam dan juga beberapa narasumber lainnya seperti anggota DPD RI Hardi Selamat Hood,” kata Hudawi.

Peserta pelatihan ini dari SMKN I, SMKN 4, SMKN 5, SMKN 6, SMK Muhamma-diyah, Teladan dan Kolose Batam. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok dan masing-masing kelompok diberi nama-nama para Pahlawan.

”Setiap sesi (perhari), mereka langsung diberi tugas untuk buat sebuah karya sesuai dengan materi yang mereka dapatkan. Misalkan hari ini tentang NKRI, besok mereka harus siapkan karya tentang NKRI sebelum masuk ke materi berikutnya,” ujar Hudawi.

Ini dilakukan agar peserta pelatihan benar-benar fokus dan paham tentang materi yang dibawakan oleh narasumber.
Latihan ini dibuka Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Arif Salman. Dalam arahannya Arif yang mewakili Kadisdik Kepri Muhammad Dali menyambut baik pelatihan tersebut.

Pelatihan PPK dianggap penting untuk membentuk karakter dasar para siswa sebagai calon generasi penerus bangsa.

”Pelatihan ini sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) nomor 87 tahun 2017 tentang pendidikan katakter. Goalnya untuk cetak generasi emas di masa yang akan datang,” ujar Arif.

Pelatihan karakter siswa kata Arif, tengah gencar dijalankan pemerintah pusat sebagai bekal bagi generasi mudah menghadapi gencarnya kemajuan teknologi.

”Jadi begini, kemajuan teknologi tak bisa dibendungi. Mau tak mau kita harus ikut. Yang kita pelajari sekarang belum tentu sama dengan 10 atau 20 tahun yang akan datang. Padahal itu masa emasnya kalian,” ujar Arif.

”Upaya yang dilakukan pemerintah untuk siasati itu tentu dengan pembentukan karakter seperti ini agar generasi mudah tidak melupakan sejarah, agama dan siapa kita sebenarnya. Bisa jadi nanti semua dikerjakan robot dan jika benar tentu manusia akan lupa akan segala hal sebab semuanya dikerjakan robot. Kita tak mau itu terjadi sehingga butuh pelatihan-pelatihan seperti ini sekarang,” terang Arif lagi.(eja)

Update